Sudah 30 Jenazah Korban AirAsia Ditemukan

Heli As tiba di Pangkalan Bun membawa 4 jenazah korban AirAsia (ist)
Heli As tiba di Pangkalan Bun membawa 4 jenazah korban AirAsia (ist)

Jakarta.RBC. Pencarian korban pesawat AirAsia QZ8501 hingga hari keenam, Jumat, 2 Desember 2014 terus bertambah, totalnya sudah 30 jenazah.

“Hasil sampai detik ini yang sudah saya confirm jumlahnya 30 jenazah,” kata Soelistyo dalam jumpa pers di Gedung Basarnas, Jl Angkasa, Jakarta Pusat, Jumat (2/1/2015) pukul 18.30 WIB.

Soelistyo merinci, 10 jenazah dalam proses penerbangan ke Surabaya, 4 di Pangkalan Bun, 7 di KRI Bung Tomo, 1 di KD Pahang (kapal Malaysia), dan 8 sudah tiba di Surabaya.”Jadi seluruhnya ada 30,” imbuh jenderal bintang 3 ini.

Saat ini 7 jenazah di KD Pahang dan 7 jenazah di KRI Bung Tomo masih dalam proses dibawa dari tengah laut ke Pangkalan Bun.

Dari total jenazah itu, 4 di antaranya telah berhasil diidentifikasi, yaitu Hayati Lutfiah yang telah dikebumikan, pramugari Khairunisa Haidar Fauzi, Grayson Herbert Linaksita, dan Kevin Alexander Sutjipto.

Sebelumnya kapal perang Amerika, USS Sampson yang turut melakukan pencarian menemukan 12 jenazah korban Air  Asia. Semua korban telah dievakuasi ke Pangkalan Bun dengan menggunakan Heli dari USS Sampson.

Proses pemindahan jenazah dari helikopter menuju ambulans tersebut seperti sebelumnya berlangsung cepat. Ada total 4 jenazah yang diturunkan dari helikopter USS Sampson dan dibawa ambulans ke RSUD Sultan Imanuddin untuk dikemas dalam peti.

Dari 12 jenazah yang ditemukan, 8 di antaranya sudah dibawa ke Surabaya, sedangkan sisanya masih berada di USS Sampson. Supriyadi berharap pengantaran jenazah bisa dilakukan secepatnya.

Sedangkan pesawat P3-C Orion KN-01 milik Korea Selatan yang lepas landas dari Lanud Halim Perdanakusuma juga berhasil menemukan 6 jenazah korban Pesawat AirAsia yang jatuh di selatan Perairan Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah.

“Setelah menyisir area pencarian selama lebih dari 2 jam akhirnya pada pukul 11.58 mereka berhasil menemukan 3 jenazah duduk di kursi dalam satu baris (row) pada koordinat 03.52.34.S dan 110.29.50.E,” demikian tertulis dalam siaran pers Dispen TNI AU.

Dalam operasi SAR AirAsia hari kedua Orion Korsel, pesawat intai anti kapal selam tersebut terbang cukup rendah pada ketinggian 300 feet atau 100 meter dari permukaan laut.(yd/bbs)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *