Sudah Empat Kantong Jenazah Dievakuasi dari Lokasi Aviastar

aviastar omMakassar (rakyatbersatu.com) – Tim evakuasi korban jatuhnya pesawat Aviastar saat ini masih terus siaga di posko di Desa Gamaru untuk menantikan proses evakuasi korban Aviastar yang jatuh di sekitar Pegunungan Pajaja, Dusun Paragusi, Desa Ulusalu, Kecamatan Latimojong, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan (Sulsel), Jumat (2/10/2015).

Menurut laporan, sudah ada 4 kantong jenasah yang telah dibawa oleh  tim evakuasi dari lokasi jatuhnya pesawat. Proses evakuasi cukup sulit kerena medan yang berat. Bahkanmencapai lokasi posko di Desa Gamaru membutuhkan waktu sekitar  2-4 jam, sementara lokasi pesawat berada di ketinggian 7. 000 kaki.

“Ada lebih dari 4 kantong. Tapi saya belum bisa memastikan lagi isi dan jumlahnya karena belum teridentifikasi,” ujar Kepala Badan SAR Nasional FHB Soelistyo yang saat inii berada di posko Desa Gamaru bersama Kapolda Sulselbar Irjen Pol Pudji Hartanto Iskandar dan Panglima Kodam VII/Wirabuana Mayjen Bachtiar.

Informasi lain menyebutkan bahwa helikopter yang disiapkan tim Basarnas agak sulit menjangkau jatuhnya pesawat Aviastar karena medannnya cukup berat. Untuk sementara ini evakuasi hanya dilakukan melalui jalan darat. Sementara heli yang disiapkan kini siaga di Posko di Desa Gamaru yang selanjutnya terbang ke Makassar untuk proses indetfikasi di RS Bhayangkara Makassar.

Proses evakuasi korban Aviastar selain melibatkan anggota polres Luwu dan personel TNI dari Kodim Luwu, tim juga mendapat bantuan masyarakat setempat dan relawan, jumlah sekitar 100 orang. Tim evakuasi juga mendapat tambahan bantuan dari TNI dan Brimob.

Dari Makassar dilaporkan, Tim Dokkes dan DVI Polda Sulsel sudah menyiapkan posko Antimortem dan Post Mortem di RS Bayangkara Makassar.Ada 18 dokter forensik yang sudah siap mengidentifikasi jenazah korban pesawat Aviastar.

Dokter Forensik tersebut masing-masing dari Rumah sakit Dr Wahidin Sudirohusodo 1 orang, RS Labuang Baji 1 orang, RS Bhayangkara 2 orang dan RS Unhas 4 orang. Sedangkan Inavis polda untuk sidik jari sebanyak 5 orang dan labfor Polri juga 5 orang, mereka terdiri dari berbagai keahlian masing-masing, dokter gigi, Ahli bedah tulang dan ortopedi, ahli sidik jari. (yd/bbs)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *