Suhardi SH,MH Kagumi Bantaeng

Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan dan Barat (Sulselbar) Suhardi SH,MH
Kepala Kejaksaan TinggiSulselbar  Suhardi SH,MH (ist)

RASA galau sepanjang perjalanan terbayar sudah. Indahnya luar biasa. Baru kali ini ada tempat yang saya kagumi. Trima kasih pak Bupati, ini kebahagiaan warga kejaksaan.

Hal itu dikemukakan Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan dan Barat (Sulselbar) Suhardi SH,MH pada jamuan makan malam Pemda Kabupaten Bantaeng dengan jajaran Kejaksaan di Tribun Pantai Seruni, Kamis (18/9).

Jamuan makan malam tersebut dihadiri Kapolres AKBP, I Made Sunarta, Dandim 1410 Letkol Infantri Heny Setiono, Sekda H Abd Gani, para Asisten, Pimpinan SKPD dan petinggi lainnya.

Menurut Kajati yang baru menjabat beberapa bulan itu, saat ditawari ke Bantaeng, saya sempat bertanya ke Kajari Handoko Setiawan. ‘’Apa keistimewaannya. Kajari kemudian menjelaskan sejumlah potensi. Katanya, pantainya bagus. Kotanya bersih,’’ urainya.

Hanya saja, selama perjalanan saya merasakan ada sesuatu yang mengganjal. ‘’Mulai dari Kabupaten Gowa hingga ke Kabupaten Jeneponto kelihatan gersang. Saya melihat dimana-mana tidak air.’’

Di dalam hati saya. Kasihan petani. Tapi, sopir saya meyakinkan. Katanya, pak kalau sudah masuk Bantaeng rasanya sudah beda. Dan, ternyata betul. Begitu masuk perbatasan, sudah hijau.

‘’Ini luar biasa inovasi yang dilakukan pak Bupati. Memang layak menjadi Menteri Pertanian karena semuanya mengagumkan,’’ tutur Suhardi.

Orang nomor satu di Kejaksaan Sulselbar itu kemudian mengemukakan keprihatinannya terhadap sebagian oknum pejabat yang bermasalah. ‘’Kita harus bisa bercermin dari berbagai kasus yang menimpa sejumlah oknum pejabat tersebut,’’ pintanya.

Khusus kepada aparat di Kabupaten Bantaeng, Kajati Suhardi berharap semua berprilaku sesuai aturan, terlebih Bupatinya yang sangat luar biasa.

‘’Pimpinan daerah ini banyak melakukan perubahan dan inovasi seperti yang telah dibuktikan. Tentu ini bermanfaat kepada masyarakat. Karena itu, teruskan pak Bupati hingga masyarakat sejahtera dan taat aturan,’’ tuturnya berharap.

Bupati Bantaeng HM Nurdin Abdullah pada kesempatan itu menguraikan sejarah Kabupaten Bantaeng sejak masa afdeling yang membawahi kabupaten di bagian selatan Sulsel mulai dari Kabupaten Jeneponto hingga Kabupaten Sinjai dan Selayar.

Daerah yang memiliki wilayah terkecil di Sulsel ini memiliki 8 kecamatan dan 67 desa dan kelurahan. Dalam beberapa tahun terakhir, pertumbuhan ekonomi masyarakat terus meningkat.

Bila tahun 2008 hanya Rp 5 juta, kini sudah meningkat menjadi Rp 16 juta. Bantaeng bahkan baru saja menjadi tuan rumah pelaksanaan Pekana Olahraga Daerah (Porda) XV dan Peparprov III, jelasnya.

Masih menurut Bupati HM Nurdin Abdullah, sejak 2013, sejumlah investor menanamkan modalnya di daerah ini. Kini, tercatat 8 perusahaan yang akan membangun industry pemurnian nikel (Smelter).

Masuknya investor tersebut merupakan akibat dari pemberlakuan UU No 4 tentang Mineral dan Batubara (Minerba) yang mengharuskan pengolahan bahan baku sebelum di ekspor.

‘’Kita berharap, mulai 2016, industry tersebut sudah bisa berproduksi untuk memenuhi pasar ekspor nikel dunia,’’ ujar Nurdin Abdullah seraya berharap, kehadiran industry tersebut menjadi pemicu pertumbuhan ekonomi di bagian selatan Sulsel.(hms)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *