Sukses Mengantar Sekolah Tinggi Al Amin Menjadi Universitas Terbesar di Papua Barat

Wawancara Dr. H. Hermanto Suaib MM, Rektor Universitas Muhammadiyah Sorong (UMS)

 

Dr. Hermanto Suaib, MM, Rektor UMS
Dr. Hermanto Suaib, MM, Rektor UMS

Arena Musyawarah Besar (Mubes) X Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) di gedung Menara Bosowa di Jl. Jenderal Sudirman, sudah sepi. Di lantai 6 gedung ini, baru saja disesaki tidak kurang 1000 orang warga perantau asal keturunan Sulsel untuk mengikuti Mubes yang berlangsung 1-2 November 2014 dalam kapasitasnya masing-masing sebagai pengurus KKSS di 33 provinsi di Indonesia. Mubes KKSS ini berjalan sukses dan berhasil memilih H. M. Sattar Taba sebagai ketua umumnya yang baru menggantikan Mayjen (Pur) Abdul Rifai.

KKSS adalah ormas paguyuban para perantau asal Sulawesi Selatan yang jumlah diperkirakan 8 juta orang yang tersebar dan bermukim di seluruh daerah dalam wilayah Nusantara. Para perantau tersebut, rata-rata sudah puluhan tahun lamanya hidup di “negeri orang” dan sudah sukses menggeluti masing-masing profesinya; ada yang jadi pengusaha, pejabat, petani, nelayan, dosen, bahkan menjadi pemimpin lembaga pendidikan tinggi.

Seorang di antaranya ialah Dr. H. Hermanto Suaib MM, yang lebih kurang 30 tahun menetap di Kota Sorong, Papua Barat. Putra Bugis asli yang berasal dari daerah Barru, Sulsel, ini sukses merintis, membangun dan mengelola Universitas Muhammadiyah Sorong disingkat UMS.

Di sela-sela pelaksanaan Mubes X KKSS, Usamah Kadir, reporter Rakyat Bersatu.com mewawancarai Dr. Hermanto Suaib sebagai Ketua Dewan Pembina KKSS di Papua Barat mengenai perspektif dan eksistensi KKSS dalam membina anggotanya ke depan dikaitkan dengan kondisi sosial bernegara. Dan, kesuksesan Doktor bidang kebijakan publik, ini mengembangkan UMS sehingga tetap dipercaya dalam masa tiga periode menjadi Rektor  di perguruan tinggi terbesar di Papua Barat. Berikut petikan wawancaranya:

Kampus UMS yang megah (ist)
Kampus UMS yang megah (ist)

Bagaimana Anda melihat KKSS ke depan dalam membina anggotanya?

KKSS merupakan organisasi yang anggotanya sudah puluhan tahun hidup dan bertebaran di seluruh provinsi di Indonesia. Oleh karena itu, KKSS harus tetap dan terus menjadi wadah komunikasi dan pemersatu guna menjaga hubungan kekerabatan anggotanya. Artinya, KKSS harus memiliki kemampuan merajut dan menjalani proses secara simultan dan kontinyuitas tanpa henti, mengingat kondisi sosial dan pembangunan bangsa terus pula berputar mengikuti perubahan dan perkembangan kebangsaan dan kenegaraan dalam berbagai dimensi. Selain itu, KKSS senantiasa memberikan motivasi kepada anggotanya agar tidak hanya mencari penghidupan di daerah rantauan, akan tetapi harus turut serta menjaga harmonisasi kehidupan bernegara dan mengambil peran dalam pembangunan bangsa. Ke depan, apalagi di tangan pemimpin pemerintahan baru Jokowi dan JK, KKSS harus menunjukkan perannya yang lebih besar sebagai ormas paguyuban yang memiliki potensi yang besar untuk turut serta memajukan bangsa dan negara serta menciptakan kesejahteraan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Persisnya bagaimana?

KKSS sebagai organisasi kekerabatan harus mampu membuat kegiatan yang berfungsi sebagai wadah penguat perekat silaturrahim sesama anggota. KKS juga harus tetap mendorong motivasi para anggota untuk berperan dalam pembangunan bangsa melalui profesi yang mereka geluti. Misalnya, melalui kegiatan bisnis, budaya, pariwisata, pendidikan dan sebagainya. Dan, semua kegiatan tersebut harus bermuara pada pembangunan dan kesejahteraan rakyat Indonesia, bukan untuk kesejahteraan anggota KKSS saja.

Kalau di dalam dunia politik, bagaimana?

Ya, saya kira anggota KKSS sudah mengerti bahwa kondisi perpolitikan di negeri kita ini. Dalam setiap kesempatan berbicara di depan publik, saya selalu mengingatkan tentang pentingnya etika dan budaya politik dalam berdemokrasi. Maka, seperti apapun kondisi yang kita hadapi dalam perpolitikan maka menjadi sebuah keharusan untuk senantiasa mengedepankan Etika dalam pelaksanaannya karena sesungguhnya dinamika politik itu pada akhirnya adalah sebuah usaha untuk mendekatkan masyarakat kepada kesejahteraan sebagaimana cita cita bangsa Indonesia.

Bisa diceritakan sedikit bagaimana perjalanan Anda sehingga bisa menjadi Rektor di UMS?

Saya sudah lulus sekolah tinggi ekonomi di Makassar ketika saya bertekad merantau dan memilih Sorong sebagai tujuan saya. Ketika itu tahun 1985. Sejak masih mahasiswa saya memang tertarik dan ingin mengabdikan diri di dunia pendidikan. Mungkin itu dorongan aktifitas saya di Muhammadiyah, sebagai organisasi yang memfokuskan diri bergerak dalam bidang pendidikan dan sosial.

Di Sorong saya langsung mendirikan Yayasan Al Amin yang bergerak dalam bidang pendidikan. Yayasan inilah yang mendirikan sekolah tinggi. Sekolah tinggi ini saya kelola dengan upaya yang keras sehingga maju dan berkembang, sehingga menjadi universitas. sampai memasuki dekade tahun 2000.

Seperti diketahui, kiprah Muhammadiyah dalam mencerdaskan kehidupan bangsa, sudah tidak diragukan lagi. Ini ditandai dengan berdirinya berbagai amal usaha pendidikan termasuk ratusan perguruan tinggi yang tersebar di seluruh tanah air.  Jadi, dengan pertimbangan agar universitas yang saya kelola bisa lebih maju, maka saya berusaha agar perguruan Al Amin bisa masuk dalam jajaran lembaga pendidikan tinggi di bawah binaan Muhammadiyah.

Upaya saya membuahkan hasil., seiring dengan pengembangan yang kami capai, dan setelah berbagai persyaratan dapat kami penuhi, akhirnya pada tahun 2002 Universitas Al Amin resmi menjadi Universitas Muhammadiyah Sorong disingkat UMS. Sekarang, UMS sudah memiliki 9000 mahasiswa, sekaligus merupakan perguruan tinggi swasta terbesar dan terkemuka di Papua Barat.

Bagaimana prospek UMS ke depan?

Insya Allah prospeknya bagus. Fakultas yang kami bina, yaitu; Hukum, Pertanian, Perikanan, Teknik, Sosial dan Keguruan, semuanya sudah terakreditasi. Sekarang ini kami sedang berusaha mengejar Akreditasi Institusi Perguruan Tinggi. Dan saya yakin, dengan bekerja keras dan ikhlas serta memaksimalkan semua aspek yang berkaitan dengan AIPT UMS, akreditasi tersebut akan kami raih karena berbagai persyaratan telah kami penuhi, baik sarana fisik kampus, maupun sumber daya manusia pengelolanya. Oh ya, kami juga sudah memiliki Pasca sarjana untuk Jurusan Fisipol dan Hukum. 

Bagaimana kondisi penerimaan mahasiswa baru di UMS tahun ini?

Tahun ini kami menyambut mahasiswa baru dengan tema; ‘UMS Mencerdaskan dan Mengembangkan Potensi Insani Mahasiswa sebagai Anak bangsa’. Jumlah mahasiswa baru yang kami terima berkisar 2.200 orang yang lulus tes dari jumlah pendaftar sekitar 3000 orang. Mahasiswa baru tersebut terdistribusi menurut keinginan mereka pada fakultas-fakultas yang ada di UMS yakni; Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Fakultas Hukum (FH), Fakultas Teknik (FT), Fakultas Pertanian (Faperta), Fakultas Perikanan (Faperikan), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), dan Fakultas Ekonomi (Fekom). Alhamdulillah, proses penerimaan mahasiswa baru tahun ini, lancar dan sukses. (uka)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *