Sulsel Siap Tuan Rumah Muktamar IX PUI

Ketua  Umum Majelis Dewan Syuro PUI , H Achmad Heriawan saat berkunjung di Makassar, Minggu (8/2)
Ketua Umum Majelis Dewan Syuro PUI , H Achmad Heriawan saat berkunjung di Makassar, Minggu (8/2)

Makassar.RBC.– Pengurus Persatuan Umat Islam (PUI) Sulsel  siap melaksanakan amanah  sebagai tuan rumah pelaksanaan Muktamar ke-9  PUI tahun 2020 di Makassar. Kesiapan ini kembali dipertegas  Ketua PUI Sulsel, Drs H Abu Bakar Wasahua, MH saat menerima kunjungan  silaturahmi Ketua  Umum Majelis Dewan Syuro PUI , H Achmad Heriawan yang juga Gubernur Jawa Barat di  Lantai  10 Hotel Clarion,  Minggu 8 Februari.

Dalam kunjungan silaturahmi tampak sejumlah pengurus wilayah dan penasihat  PUI Sulsel, diantaranya,  Noer Namry Nur, Prof Lomba Sulthan,   H. Jamil Syarifuddin, Syahrir Rier, Rahim Miyau,  Ilyas  Ketua PUI Parepare, Dr Iqbal Samad dan Irianto Sulaeman PUI Makassar   dan sejumlah penfurus lainnya.

Heriawan dalam pertemuan silaturahmi dengan PUI Sulsel, lebih pada memberikan semangat dan dorongan kepada seluruh  pengurus untuk terus  berkatifitas demi kemaslahatan bangsa dan negara.

Dikatakan, PUI sebagai salah satu ormas Islam sejak kelahirannya pada 1911  sampai saat ini masih tetap eksis dan bahkan terus berkembang tidak hanya di Pulau Jawa, tetapi juga di luar Jawa, seperti di Sulsel. Berharap  PUI di Sulsel bisa berkembang pesat di waktu mendatang, Dia juga memberikan harapan agar kegiatan pembinaan umat, pendidikan dan kegiatan sosial harus menjadi perhatian utama  PUI Sulsel.

Dalam mengembangkan aktifitasnya, Heriawan meminta kepada PUI Sulsel untuk bersama pemerintah pada  kegiatan pembangunan dari semua sektor.

Ketua PUI Sulsel  Abu Bakar Wasahua mengatakan,  kunjungan silaturahmi Ketua Umum PUI di Sulsel ini  dimaknai sebagai sebuah berkah bagi PUI Sulsel dalam memainkan perannya kedepan, terutama untuk  masalah kepemimpinan  bangsa kedepan.  Mantan anggota DPRD Sulsel tiga periode Fraksi PPP ini, mengatakan, dalam pertemuan ini Gubernur Jabar  berbicara banyak, termasuk masalah ekonomi kerakyatan  yang selama ini dianggap banyak kalangan  keliru mamahaminya.

 Selama ini orang mengira ekonomi kerakyatan itu hanya seputar ekonomi mikro, usaha kecil, padahal menurut Heriawan ekonomi kerakyatan itu termasuk ekonomi makro dan menengah yang pro kepada rakyat, kata magister hukum PPs UMI Makassar ini. (ym)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *