Tanggul Proyek APBN Jalan Pesisir di Kota Bantaeng, Rubuh

tanggul rubuhBantaeng, RBC – Apa yang semula beritakan media ini dan dikhawatirkan bahwa tanggul jalan yang dibangun terkait dengan  proyek pelebaran jalan pesisir Kota Bantaeng, Sulsel, akhirnya rubuh pada tanggal 7/1/2015.  Ujung tanggul yang terletak di sudut muara kanal kota tak mampu menahan kuatnya arus air yang debitnya makin deras akibat hujan turun selama tiga hari tiga malam di kota ini.

Akan tetapi, bukan hujan yang deras yang menjadi satu-satunya penyebab rubuhnya tanggul, melainkan karena bangunan tanggul tersebut disinyalir dikerjakan tidak sesuai dengan bestek.

Proyek pelebaran jalan plus tanggul ini dibangun dari dana yang bersumber dari APBN sebesar Rp37,8 miliar.

Kadis PU Kimpraswil Bantaeng Ir. Abd Rasyid yang dikonfirmasi di ruang kerjanya, kaget mendengar berita rubuhnya tanggul tersebut. Dia mengaku belum sempat melihat langsung kejadian tersebut. mengaku belum melihat adanya tanggul yang rubuh

Rasyid menjelaskan, proyek pelebaran jalan ini secara teknis bukan. ”Pemerintah Kabupaten. Bantaeng hanya berada pada posisi sebagai penerima manfaat. Kami tidak terlibat sedikit pun dalam pekerjaan proyek ini,” katanya. Dia pun  menunjuk bahwa yang bertanggungjawab terhadap proyek ini berada di bawah Balai Besar Jalan Nasional Kementrian PU yang berkantor di Makassar.

Rubuhnya tanggul yang masih sementara dalam pengerjaan ini langsung dikecam berbagai pihak termasuk Ketua Apindo Bantaeng Ir. Amsir. Dia memastikan bahwa telah terjadi kesalahan teknis alam pelaksanaan pembuatan tanggul tersebut.

Secara teknis Amsir menjelaskan pekerjaan, melihat reruntuhan tersebut, terlihat pada bagian tengah pasangan tanggul tidak menggunakan semen sebagai perekat. “Kesalahan ini terjadi akibat proyek dilaksanakan bukan oleh kontraktor pemenang tendernya, akan tetapi disubkan ke kontraktor lain, bahkan mungkin disub oleh kontraktor ketiga,” katanya pasti.

Tanggul penahan ini menjadi sangat penting karena bertujuan antara lain untuk mencegah terjadinya abrasi pantai, mencegah air laut naik ke jalan, dan mencegah terjadinya kecelakaan bagi pengendara yang melalui jalan ini.

Ketua Komisi III DPRD Prov. Sulsel Andi Sugiharti MK melalui telepon selularnya berjanji akan menelusuri dan mendalami masalah yang terjadi ini. Dia juga meminta awak media ini melakukan investigasi ke Balai Besar Jalan Nusantara yang bertanggungjawab atas proyek ini. (Armin/uka)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *