Tantowi Yahya tak Alergi Kritik

Tantowi Yahya
Tantowi Yahya

LAIN pimpinan lain pula suasana hati dan sikapnya menghadapi kritikan. Tantowi Yahya (53 th) – misalnya. Ketua Umum Yayasan Anugerah Musik Indonesia – penyelenggara AMI Awards ini, tidak alergi dengan kritikan insan musik nasional yang kerap muncul pasca pengumuman para insan musik Indonesia berperprestasi setiap tahun.

“Saya dan para penyelenggara ajang AMI Awards tak alergi kritik.  Malah senang kalau dihujani kritik. Kalau tak ada lagi kritikan – terutama yang membangun, berarti insan musik sudah apatis,” papar Tantwi Yahya  kepada RB.Com pada Press and Member Gathering AMI Awards di BlackCat Café – Senayan Jakarta, baru-baru ini.

Menurut biang musik  Country Indonesia yang juga anggota Komisi I DPR-RI dari Fraksi Golkar ini,  pihaknya tak alergi kritik lantaran  pihak pengkritik  biasanya hanya segelintir musisi yang tak meraih penghargaan AMI. Apalagi,  kritikan yang konstruktif dan membangun menjadi pemicu untuk terus menggelar AMI Awards berturut-turut tanpa henti sejak tahun 1977 silam. “Yang penting, dari 16 kali penyelenggaraan, Panpel AMI selalu berhasil memotret dan mencatat prestasi pelaku industri musik nasional dari tahun ketahun. Dan lewat kategorisasi genre musik, tetap mampu menjaga dengan baik kredo – independen, kredibel dan profesional,” tandas Tantowi seraya  menyatakan ajang penghargaan musik bergengsi dunia Grammy Awards yang menggunakan perhitungan lembaga publik dan penyelenggaranya orang-orang top  di dunia entertainment, tak pernah sepi dari hujan kritik. “Jadi, soal kritik-mengkritik atau puas tidak puasnya terhadap sebuah ajang penghargaan, sudah biasa. Yang jelas penyelenggara AMI terus menjunjung tinggi azas keterbukaan menuju kesempurnaan,”  jaminnya.

Sementara Seno M Hardjo, Board of Director AMI Award. Menambahkan, guna meminimalisir kritikan pada AMI ke-17  tahun 2014, pihaknya membuka kesempatan seluas-luasnya kepada insan musik indie label berpartisipasi. “Untuk AMI tahun depan, kamar-kamar kategorisasi untuk indie label banyak sekali. Termasuk untuk musik Keroncong dan Reggae,” jelasnya. * (naskah dan foto – ata)

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *