Taufan Pawe Terpilih Jadi Tokoh Penyiaran Sulsel 2015

Taufan Pawe saat menerima penghargaan dari KPID Sulsel (ist)
Taufan Pawe saat menerima penghargaan dari KPID Sulsel (ist)

Parepare (rakyatbersatu.com) – Wali Kota Parepare, Dr HM Taufan Pawe berhasil terpilih sebagai Tokoh Penyiaran Sulsel 2015. Penghargaan ini diberikan  Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Sulsel pada malam anugerah KPID Sulsel Award 2015 di Maraja Ballroom Sahid Jaya Hotel, Sabtu, 12 Desember 2015

Penghargaan yang sama juga diberikan KPID kepada Ajiep Padidang, anggota DPD RI periode 2014-2019 serta almarhumah Zohrah Andi Baso.  Ketiganya dinilai memberikan kontribusi yang besar dalam perkembangan dan kemajuan penyiaran di Sulsel, serta lahirnya konten-konten penyiaran sehat.

Ada  tujuh kategori  penghargaan yang diberikan pada malam anugerah KPID Award  yang dihadiri Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo itu. Yaitu kategori berita radio televisi terbaik, kategori inspiring program, kategori hiburan televisi, kategori Iklan Layanan masyarakat, kategori talkshow radio televisi terbaik, kategori feature terbaik, serta kategori stasiun berjaringan terbaik.

Taufan menjadi satu-satunya kepala daerah di Sulsel yang mendapatkan penghargaan. Acara ini juga dihadiri Wali Kota Makassar, Ramdhan Pomanto, Ketua DPRD Makassar Farouq M Betta, serta tokoh-tokoh  Sulsel yang selama ini konsen dan peduli pada penyiaran.

Selain tokoh penyiaran, Kota Parepare juga berhasil menyabet penghargaan program siaran berita  terbaik melalui program seputar Parepare Radio Peduli. Ini adalah anugerah ke 10 kalinya digelar KPID Sulsel sejak tahun 2005.

Beberapa program lembaga penyiaran swasta di Parepare juga berhasil masuk nominasi bersaing dengan stasiun Radio dan Televisi besar di Sulsel. Diantaranya Program Pacaritta Pare TV  Parepare dan Iklan Layanan Masyarakat Radio D’Carlos FM.

Ketua KPID Sulsel, Alem Febry Soni, menjelaskan, hampir seluruh daerah di Sulsel mengirim naskah program siaran.  Dari tujuh kategori yang diperlombakan,  KPID menerima 99 naskah.

Lomba ini melibatkan Dewan Juri independen yang selama ini konsen pada penyiaran. “Ada akademisi, pemerhati hingga mantan Ketua KPID Sulsel,” kata Alem di sela-sela acara tersebut.

Untuk kategori tokoh penyiaran Sulsel yang berhasil diraih Taufan, kata Alem, diberikan kepada Taufan atas kepedulian dan peran besar Taufan dalam menciptakan atmosfir penyiaran sehat di Kota Parepare.

Melalui Forum Masyarakat Peduli  Penyiaran Sehat (FMPPS) yang dibentuk Pemkot Parepare, kata Alem, Taufan berhasil mendorong peningkatan literasi media di masyarakat. Forum ini dibentuk.oleh Taufan hingga ke tingkat kelurahan.

Selain itu, Walikota Parepare tidak hanya memberikan ruang besar kepada FMPPS untuk melakukan literasi media, terapi juga mendorong forum ini untuk eksis di Kota Parepare. “Berbagai kegiatan FMPPS sejak dibentuk tahun 2013, senantiasa mendapat sokongan dari Taufan,” kata Alem.

Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo mengapresiasi tokoh dan lembaga penyiaran yang mendapatkan award pada malam anugerah KPID award tahun ini. Ia juga memuji  KPID  Sulsel yang dinilainya sangat besar peranannya dalam mengawal nilai-nilai kearifan lokal di ranah media.

“Era digital sekarang ini penetrasi budaya antar negara sangat massif  dan bisa jadi bertentangan dengan nilai-nilai masyarakat Indonesia. Disinilah peran KPID, bagaimana memfilter nilai-nilai yang bertentangan dengan nilai nilai budaya masyarakat kita,” katanya

Kadis Kominfo Parepare, H. Iwan Asaad, mengatakan, tahun ini kembali Pemkot Parepare memberikan penguatan organisasi FMPPS dengan melibatkan anggota Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) sebagai anggota.

“Dengan demikian kegiatan pemantauan konten penyiaran bisa dilakukan hingga di lini terdepan (kelurahan,red),” kata Iwan yang juga Ketua FMPPS Kota Parepare, dihubungi via telepon selularnya, Minggu 13 Desember.

Cara ini kata Iwan,  dinilai KPID sangat memudahkan kerja-kerja mereka dalam mengontrol konten penyiaran yang berbahaya di daerah,  dan membantu Pemda ikut peduli penyiaran sehat bagi masyarakat.

Hasil pemantauan dan literasi media oleh FMPPS setiap pekannya selanjutnya dievaluasi dan dibahas di obrolan Program Komisi (Komentar, Opini dan Solusi) Radio Peduli Parepare, sehingga masyarakat dapat ikut tercerahkan.

“Acaranya live dan melalui acara ini masyarakat dapat memberikan pertanyaan, kritikan dan  saran. Mereka pun bisa mendapatkan pembelajaran,” papar Iwan.

Sebelumnya Wali Kota Parepare, Dr HM Taufan Pawe mengatakan, intervensi pemerintah daerah dalam mewujudkan konten-konten media penyiaran yang bermutu sangat dibutuhkan. Masyarakat kata Taufan harus didorong untuk memiliki kesadaran dan kemandirian untuk mendorong lembaga -lembaga penyiaran menyajikan konten yang sehat dan cerdas.

Kata Taufan, dirinya tak bisa membayangkan jika media penyiaran dilepas begitu saja tanpa kontrol dari masyarakat. Meski ada KPID kata dia, masyarakat juga harus diajarkan untuk memiliki tanggung jawab mengontrol media ‘nakal’ yang mengabaikan fungsi edukasi dalam program siarannya.

Karena media nakal lebih berbahaya daripada seorang perampok. Ia bisa ‘membunuh’ karakter dan nilai-nilai budaya kearifan yang hidup dalam masyarakat, serta masa depan generasi sebuah bangsa.(a.rahman)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *