Taufan Pawe Tinjau Proyek Rp. 61,7 Miliar

Walikota Parepare, Taufan Pawe saat menimjau proyek (ist)
Walikota Parepare, Taufan Pawe saat menimjau proyek (ist)

Parepare  (rakyatbersatu.com) – Mengawali kerjanya pekan kedua Januari, Senin, 11 Januari, Wali Kota Parepare, Dr HM Taufan Pawe melakukan peninjauan pelaksanaan proyek pembangunan yang merupakan proyek luncuran tahun 2015, senilai Rp61,7 miliar.

Adapun proyek yang ditinjau meliputi proyek  Rumah Sakit Umum Tipe B Plus di daerah Tonrangeng senilai Rp41 miliar, proyek akses jalan masuk ke Rumah Sakit Umum Tipe B Plus senilai Rp4,8 miliar, proyek Tugu Pramuka di eks patung Blue Band, serta proyek Senggol senilai Rp15,9 miliar.

Peninjauan ini dilakukan Taufan di tengah matahari terik sekitar pukul 13.30 siang, usai melaksanakan Shalat Zhukur berjamaah di Masjid Binalipu, Kantor Wali Kota Parepare.  Didampingi sejumlah pimpinan SKPD terkait, Taufan memulai peninjuannya di Tugu Pramuka.

Taufan kemudian melanjutkan kegiatan peninjauan proyek ke daerah Tonrangeng, yakni Rumah Sakit Umum Tipe B Plus. Tampak mendampingi Taufan Kadis Pekerjaan Umum (PU) Syamsuddin Taha, Asisten Bidang Pemerintahan, H Rusman Rahman, Kabag Pembangunan, Haryanto, serta Kabag Humas, Ahmad Masdar.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Jumardi menjelaskan, secara umum fisik proyek seudah mendekati perampungan hingga 100 persen. Saat ini pihak kontraktor pelaksana, dalam hal ini Haka Utama, kata dia, telah masuk pada tahapan pekerjaan pengecoran lantai empat.

Taufan minta agar penanggung jawab pelaksana proyek, Andi Johan Arfa, segera merampungkan seluruh item kontrak. Rencananya, proyek ini akan kembali dilanjutkan proses pekerjaannya pada tahun ini  dengan anggaran bantuan dari pemerintah pusat.

Taufan juga meninjau proyek akses jalan masuk ke Rumah Sakit Umum Tipe B Plus yang berjarak 50 meter dari lokasi bangunan Rumah Sakit Umum Tipe B Plus. Taufan mengkritisi kontraktor proyek yang dinilainya lambat menyelesaikan proyek dimaksud.

Padahal kata dia, semestinya proyek yang dikerjakan PT Jenifer Utama Karya ini sejak Oktober 2015 itu, tidak lebih dari satu bulan kontrak sudah bisa rampung. “Namun faktanya hingga memasuki Janauri 2015  ini belum tanda-tanda rampung,” kata Taufan prihatin.

Ia pun segera memerintahkan PKK proyek dimaksud agar segera menyurati pihak kontraktor. “Surati dia agar rampungkan pekerjaannya, termasuk pengenaan denda atas keterlambatan pekerjaan yang dilakukan,” tegas Taufan.

Dari Tonrangeng, Taufan melanjutkan peninjauannya proyek ke proyek Senggol yang kini juga telah memasuki tahapan perampungan pekerjaan. Taufan kembali menyatakan obsesinya bahwa proyek ini akan menjadi kebanggaan masyarakat Parepare.

Senggol pasca revitaliasasi kata Taufan, akan menjadi ikon baru Kota Parepare, dan menjadi salah satu daya tarik orang dari luar daerah datang berkunjung ke Parepare. Proyek ini akan menghilangkan kesan kumuh di kawasan tersebut yang tak enak dipandang mata.

Sebelumnya, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Proyek Revitalisasi Senggol, Suhandi, menjelaskan,  anggaran pembangunan pasar ini berasal dari dana Tambahan Dana Alokasi Khusus 2015 sebesar Rp9,6 miliar dan bantuan APBN 2014 sebesar Rp6,3 miliar.

Anggaran ini digunakan merevitalisasi  kasawan senggol  bagian luar dan penjual ikan serta sayur mayur, dengan panjang fisik bangunan sekitar 300 meter. Sementara untuk revitalisasi senggol bagian dalam (penjual cakar), akan diupyakan dikerja tahun 2016 ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *