Terbuka Kemungkinan DTFL Hijaukan Danau Toba

 Walikota Probolinggo, Hj. Rukmini antara lain didampingi FX Supanji (paling kiri) menanam Trembesi di Alun Alun kota Mangga, Rabu petang lalu.

Walikota Probolinggo, Hj. Rukmini antara lain didampingi FX Supanji (paling kiri) menanam Trembesi di Alun Alun kota Mangga, Rabu petang lalu.

KERUSAKAN  hutan dan lingkungan cukup parah –  terutama polusi udara di sekitar Danau Toba  belakangan ini akibat beroperasinya beberapa pabrik industri, menarik perhatian pihak Djarum Foundation. Kendati tengah fokus merampungkan program  Djarum Trees For Life (DTFL) Menanam Trembesi  1.350 KM  Merak – Banyuwangi, sejak tahun 2010 silam, lewat Vice President Director-nya, F.X Supanji menyatakan siap membantu menghijaukau kembali pinggiran Danau Vulkanik terbesar di Indonesia dan Asia Tenggara  serta masuk dalam salah satu keajaiban dunia  itu dengan menanam dan merawat pohon dikenal dengan nama lain Rain Tree atau Ki Hujan itu.

“Lewat program DTFL terbuka kemungkinan kami turut  membantu menghijaukan kembali pinggiran Danau Toba sekaligus memperbaiki kualitas udaranya akibat polusi industrin  dengan menanam pohon Trebesi. Untuk kerjasami, Pemda Provinsi Sumatera utara tinggal mengajukan permohonan kepada Djarum Fondation sekaligus memberi penjelasan, lahan-lahan kritis prioritas yang akan dihijaukan kembali,” ujar F.X  Supanji kepada RB.Com  selepas penanaman pohon Trembesi  di  Alun-Alun Probolinggo – Jawa Timur, baru-baru ini.

Seremonial rangkaian program Menanam Trembesi di sepanjang jalur Pantura Pulau Jawa mulai dari Merak – Banten hingga  Banyuwangi,  di hadiri Hj. Rukmini SH, Msi – Walikota Probolinggo dan muspida setempat serta trio penyanyi ibukota-Milove, juga  diserahkan bantuan alat tanam dan 250 bitit Trembesi dan 250 bibit buah Mangga kepada 5 Camat se-kota Probolinggo.

Menurut Supanji,  kendati lagi fokus merampungkan program TDFL 1.350 KM Merak hingga provinsi paling ujung Jawa Timur dan dari Probolinggo –   tinggal menuju ke kota Situbondo dan berakhir di Banyuwangi  – sebagai bentuk kepedulian, tanggung-jawab serta komintmen  membantu pemerintah masyarakat dalam mencipta.kan lingkungan bersahabat bagi Indonesia, pihaknya, siap memenuhi  permohonan khusus.

“Tahun lalu, Djarum Fondation memenuhi permohonan  Pak Susilo Bambang Yudhoyono untuk turut menghijaukan Bandara Internasional Kualanamu. Lebih dari 500 pohon Trembesi kami tanam di sepanjang jalan masuk maupun di dalam bandara KNIA. Begitu juga ketika Pemda NTB mengajukan permohonan kepada pihak kami menghijaukan Bandara Internasional Lombok, juga telah kami lakukan,” terangnya.

Teduhkan Jalur Pantura

     Seperti diketahui, program DTFL yang telah menghijaukan Pulau Jawa sejak tahun 1979 dengan menanam lebih dari dua juta bibit. Dilanjutkan tahun 2010 hingga kini – berhasil menanam  dan merawat 30.359 Trembesi  hingga tumbuh subur di tanah gersang, udara panas dan tingkat polusi tinggi di sepanjang Pantura. “Setelah lima tahun tumbuh, nantinya, Trembesi – pohon berkanopi seperti Payung yang memiliki keunggulan dalam menyerap Gas C0 2, diharapkan mampu meneduhkan Pantura. Sekaligus mampu berfungsi menyerap satu juta ton Karbon Dioksida. Jadi, sangat cocok untuk menghijaukan kembali pinggiran Danau Toba sekaligus mengurangi polusi udara di sekitarnya,”  tutur Supandi seraya menyatakan setiap tahunnya bibit Trembesi diproduksi PPT Djarum Foundation sekitar 100 ribu pohon.

Pakar Trembesi dari Fakultas Kehutanan IPB, Dr, Ir. H. Endes N. Dahlan menambahkan, menanam pohon Trembesi merupakan terobosan baru mengatasi pemanasan Global karena memiliki daya serap Gas C02 sangat tinggi. “Dengan diameter tajuk sepanjang 15 meter, satu batang pohon Trembesi mampu menyerap 28,8 ton Gas C02” setiap tahunnya,” jelas Enden, menyakinkan. * (naskah dan foto ata)

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *