The HMS Band Melawan Korupsi Lewat Nada

 

Mantan KSAL Slamet Sugianto (dua kiri) beri suntikan nyali pada The HMS band
Mantan KSAL Slamet Sugianto (dua kiri) beri suntikan nyali pada The HMS band

BERANGKAT dari keprihatinan masih meraja-lelanya tindak pidana korupsi yang mengakibatkan  kondisi kehidupan rakyat Indonesia  jauh dari sejahtera bahkan, penyanyi dan pencipta lagu Bona Paputungan bersama Hardjuno Wiwoho,  aktivis anti korupsi dan Digo DZ – mantan gitaris Iwan Fals, membentuk The HMS band. Memanfaatkan momentum ultah ke-62  HM. Sasmito Hadinegoro – Ketua Umum Gerakan Hidupkan Masyarakat Sejahtera (HMS), grup musik kritik sosial ini melansir singgel bertajuk Belum Merdeka andalan album “Koruptor-Koruptor Kakap” New Version itu.

“Lewat nada, lagu simponi perjuangan, HMS band mencoba lebih bersemangat dan konsisten melawan tindak pidana korupsi di negeri tercinta ini. Singgel Belum Merdeka merupakan ekspresi kamarahan dan kesedihan terhadap kehidupan mayoritas rakyat Indonesia yang masih jauh dari sejahtera bahkan cenderung sengsara,” papar Hardjuno Wiwoho motor penggerak The HMS Band  kepada RB.Com  di Kota Wisata Cibubur – Jakarta Timur, Sabtu (22/11) lalu.

Ditemui selepas peresmian beroperasinya Ambulan gratis  Bakti untuk Negeri unit kedua HMS dan santunan untuk 62 anak yatim oleh Sasmito Hadinegoro  – komposer yang juga Sekjen Gerakan HMS ini menambahkan, pihaknya merasa perlu membentuk grup band lantaran lebih efektif menyuarakan perlawanan terhadap tindak pidana korupsi ketibang lewat demo di jalanan, seminar maupun diskusi..

“Berawal dari tantangan para pentolan OI – penggemar fanatik Iwan Fals Semarang  beberapa waktu lalu agar kami mengkolaborasikan seni dan politik dengan membentuk grup musik. Terbukti lewat album bertajuk Koruptor-Koruptor Kakap  beberapa waktu lalu, pesan kritik sosial dan perlawanan terhadap para koruptor,  cepat mendapat respons positif dari para seniman serta masyarakat.. Kini, The HMS band sudah terbentuk, kami akan lebih fokus dan konsisten dalam menggempur para koruptor kakap yang masih banyak berkeliaran di alam bebas lewat nada, simponi perjuangan yang bahkan merupakan kemarahan rakyat Indonesia terkini,” tandas Hardjuno pelantun singgel “Belum Merdeka” yang bersama Bona Paputungan,  dan Digo DZ  mendapat suntikan nyali dari mantan KSAL Laksamana Slamet Sugianto agar lebih berani dan tengas menggelontorkan lirik anti korupsi itu.

Sementara  itu Bona Paputungan berharap lewat The HMS  gempuran lagu anti korupsi,  dirinya bersama dua rekannya pun mencoba mengingatkan  pemerintah  Presiden baru Jokowi dan JK – bersama para penegak hukum untuk segera menuntaskan kasus-kasus korupsi kelas kakap.  Misalnya, lagu Terjerat Hutang Abadi  dan Trio Big Fish yang terinspirasi dari  belum tuntasnya kasus Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI),

“Simak pula lagu Kartini Menangis (terinspirasi dari politikus Angelina Sondakh masuk bui yang mengingatkan semua pihak jangan main-main dengan korupsi. Maupun lagu Masih Korupsi, Markus dan Tangisan Rakyat  menjadi lebih menarik diaransmen khusus pemusik Reza Noah band. Pokoknya sebagai benteng pengawal kesejahteraan rakyat,  lewat lagu kritik sosial The HMS band akan terus konsistem menggempur koruptor penghisap uang rakyat dan negara,” tekad penyanyi dan pencipta lagu kelahiran Gorontalo, 16 Maret 1978 yang popularitasnya membumbung lewat video klip mengkritisi kebobrokan oknum Lembaga Pemasyarakatan bertajuk “Andai Aku Jadi Gayus” di YouTube beberapa tahun lalu. * (naskah dan foto – ata)

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *