Tidak Ada Kerugian Negara, Kejari Terbitkan SP3

Palu-Hakim-2Mamuju.-Tim Penyidik Kejaksaan Negeri Mamuju menghentikan penyelidikan kasus dugaan korupsi pengadaan mobiler anggaran rumah jabatan Gubernur Sulawesi Barat yang diduga melibatkan Gubernur Sulbar Anwar Adnan Saleh beserta istrinya. Penghentian penyelidikan atau SP3 itu dilakukan karena auditor BPKP tidak menemukan adanya kerugian negara.

Kepala Kejaksaan Negeri Mamuju, Muhammad Rabith mengatakan, berdasarkan hasil audit investigasi  BPKP terhadap proyek dengan pagu anggaran Rp1,2 miliar itu tidak ditemukan unsur kerugian negara.

“Perkara kasus dugaan korupsi pengadaan Mobiler rumah jabatan Gubernur Sulbar setelah dilakukan penyidikan yang memakan waktu lama, kami tidak menemukan bukti kuat adanya kerugian negara,” kata Kepala Kejari Mamuju M Rabith didampingi Kepala Seksi Pidana Khusus Kejari Mamuju Salahuddin dalam jumpa pers di Mamuju, Senin, 22 September 2014.

Penegasan Kejari Mamuju atas kasus ini dilakukan sebagai upaya menyikapi desakan sejumlah pihak untuk menyelesaikan kasus dugaan korupsi mobiler rumah jabatan Gubernur Sulbar tersebut.

Diakui Rabith bahwa kasus dugaan korupsi pengadaan mobiler rumah jabatan Gubernur Sulbar yang dianggarkan melalui APBD Sulbar tahun 2011 sebesar Rp1,5 miliar dilakukan sesuai prosedur, melalui investigasi dan gelar perkara secara mendalam anatara Kejari Mamuju, Kejati Sulselbar bersama Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangun (BPKP) Perwakilan Provinsi Sulbar.

Berdasar hasil audit BPKP perwakilan Sulbar, tidak ditemukan adanya indikasi korupsi dalam kasus tersebut. Karena itu Kejari Mamuju harus menerbitkan surat Penghentian Penyidikan (SP3). Sebelumnya Kejari Mamuju telah menetapkan empat orang tersangka dalam kasus ini. Mereka adalah Kepala Biro Perlengkapan dan Aset Pemprov Sulbar, Ashary Rasyid, pelaksana pembuat teknis kegiatan (PPTK) Suwaru, kontraktor proyek, Isra dan salah seorang PNS, Pemprov Sulbar, Aksan.

Karena tidak cukup bukti maka dikeluarkan SP3, dan menyatakan pihak yang diduga terlibat dalam kasus itu tidak pernah menjadi tersangka.

Kendati demikian, Kejari tidak akan tinggal diam untuk membongkar kasus tersebut jika kemudian ditemukan bukti baru.SP3 dalam kasus itu dicabut apabila Kejari Mamuju dipra peradilankan karena menerbitkan SP3 dan kedua karena ada bukti baru.(yd/ani)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *