TIDAK CUKUP 1 JAM, 29 RUMAH LUDES TERBAKAR

Gambar Ilustrasi kebakaran (ist)
Gambar Ilustrasi kebakaran (ist)

Bantaeng. Sebanyak 29 rumah yang dihuni 116 jiwa (30 KK) di Kelurahan Bonto Jaya RW 6 Tanialo Campagaloe Kecamatan Bissappu, Senin (15/9) pagi ludes terbakar.

Api sangat cepat menjalar karena angin bertiup cukup kencang. Petugas pemadam kebakaran yang cepat tiba dilokasi juga tidak dapat berbuat banyak karena kondisi rumah berada di puncak bukit.Akibatnya, tidak sampai 1 jam, ke -29 rumah milik warga tersebut, ludes terbakar.

Lurah Bonto Jai Abdul Malik mengatakan, sumber api berasal dari kediaman Dg Maliang akibat kabel lemari es yang meleleh. Dari kabel tersebut menyentuh rumah panggung yang terbuat dari kayu.

Api dengan cepat menjalar karena angin bertiup kencang. Empat unit Pemadam Kebakaran (Damkar) yang meluncur ke lokasi tak dapat menguasai api yang mengamuk dari satu rumah ke rumah lainnya.

Akibat kebakaran itu, 116 jiwa yang menghuni 29 rumah kehilangan tempat tinggal, termasuk Suardi, Mahasiswa Stimik Dipanegara.

Ia mengaku sangat sedih sebab Selasa (16/9), ia menghadapi ujian meja di kampusnya.‘’Besok jam 12 siang saya ujian meja di kampus. Saya kembali ke kampung untuk mengambil persiapan ujian,’’ tuturnya.

Tidak ada korban jiwa dalam kebakaran hebat tersebut, namun laptop bersama sejumlah peralatan ujian lainnya ikut terbakar.  

Dievakuasi ke Rujab

 Korban kebakaran di Kelurahan Bonto Jai RW 6 Tanialo Campakaloe Kecamatan Bissappu dievakuasi ke rumah jabatan (Rujab) Bupati Bantaeng di jalan gagak. Ke 116 korban diantar Kadis Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Syahrul Bayan dan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Muslimin M.

Evakuasi ke rumah jabatan dimaksudkan untuk melakukan pendataan. Usai didata, para korban kebakaran ditempatkan di rumah susun (Rusunawa) di kawasan pelabuhan sebagai tempat bermukim sementara.

Sebelum meninggalkan Rujab, Bupati Bantaeng HM Nurdin Abdullah memberi bantuan dana kepada masing-masing kepala keluarga (KK).

Bupati berpesan kepada para korban agar mengambil hikmah dari kejadian pahit yang menimpa warga ini.

Nurdin juga mengatakan, Pemerintah Daerah (Pemda) tetap bertanggung jawab terhadap warganya. Karena itu, ia berharap untuk bersabar sembari menunggu perbaikan rumah. ‘’Insya Allah, dalam waktu yang tidak terlalu lama, Pemda akan melakukan bedah rumah,’’ terangnya. (hms)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *