Tiga Kabupaten Kaji Perda Penanggulangan NAPZA dan HIV/AIDS

Prof.Dr.Andi Agustang, M.Si
Prof.Dr.Andi Agustang, M.Si

Makassar (RakyatBersatu).Tiga kabupaten yakni, Jeneponto, Sinjai dan Bone, segera melakukan kajian akademik untuk menyusun pembentukan perda penanggulangan NAPZA dan HIV/AIDS.

“Masalah ini menjadi ancaman terselubung yang membawa dampak luar biasa terhadap kelangsungan re-generasi, ” ungkap Staf Ahli Biro Bina Napza dan HIV/AIDS Pemrov Sulsel, Prof.Dr.Andi Agustang, M.Si, Minggu 9 Maret 2014.

Keseriusan membuat perda pada tiga kabupaten itu terungkap dalam kegiatan, Pemantapan Mekanisme Updating Data Napza dan HIV/AIDS Berbasis Gender, Kemiskinan dan Kearifan Lokal pada 5-7 Maret di  ketiga kabupaten tersebut, tandas Guru Besar Luar Biasa FKM UVRI Makassar ini. Selama melakukan kegiatan didampingi dua staf, dr.Rosnawati, M.Kes dan H. Aruddin, SKM, MM.

Pada tiga kabupaten itu, aparat terkait menyadari betapa mendesak untuk hadirnya semacam institusi atau SKPD yang bertugas melakukan penanggungalangan NAPZA serta HIV/AIDS.

Ketiga melakukan dialog di Jeneponto, aparat terkait sepakat membuat rekomendasi agar penanggulangan NAPZA dan HIV/AIDS ditangani SPKD dengan alokasi dana anggaran yang juga jelas dari APBD.

Realitas di Jeneponto ungkap, doktor sosiologi antropologi PPs Universitas Padjajaran Bandung, selama Maret 2014 terdeteksi 8 kasus penderita terindikasi positif mengindap virus HIV/AIDS. Angka itu tentu menjadi semacam gunung es, kecil nampak di permukaan tetapi di dasarnya angkanya jauh lebih besar, kata profesor pertama dari SMA Negeri Mare Bone ini.

Kondisi sama juga saat beradi di Sinjai, dalam pertemuan itu terungkap Pemkab Sinjai, belum punya SKPD yang bertugas menangani NAPZA dan HIV/AIDS. Selai itu juga secepatnya akan menyusun pembuatan Perda Penanggulangan NAPSA dan HIV/AIDS.

“Tim dari Biro Bina Napza dan HIV/AIDS, ketika berada di Bone, juga disepakati untuk membuat unit kerja bertanggungjawab dalam penanggulangan NAPSA/HIV/AID serta mempercepat melakukan pengkajian akademik untuk pembuatan Perda Penanggulangan bahasan NAPZA dan HUIV/AIDS,” pungkas Andi Agustang.  (ym/rbc)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *