Tonrangeng River Side Bakal Ubah Wajah Parepare

Pengerjaan proyek Tonrangeng River Side  Parepare
Pengerjaan proyek Tonrangeng River Side Parepare

Parepare (rakyatbersatu.com) –Peningkatan jumlah APBD Kota Parepare tahun 2016 hingga menyentuh level Rp1,2 triliun, berimbas pada penambahan jumlah proyek fisik. Tercatat ada lima mega proyek yang bakal meramaikan  pembangunan Kota Parepare tahun 2016 mendatang, salah satunya proyek Tonrangeng River Side.

Proyek senilai miliaran rupiah itu  akan membentang sepanjang Sungai Karajae kurang lebih 300 meter, dan bakal merubah wajah Parepare. Proyek ini akan menjadi ikon baru kota berpenduduk 137 ribu jiwa ini, serta menjadi  pusat kuliner terbesar di kawasan utara Sulsel.

Wali Kota Parepare, Dr HM Taufan Pawe, mengatakan, Tonrangeng River Side akan ditata sedemikian rupa, sehingga bisa menarik minat masyarakat luar Parepare berkunjung ke tempat tersebut.  

“Kita akan tata dengan mengutamakan kelebihan background view sungai dan muara Sungai Karajae. Di tengahnya rencana akan dibangun rumah terapung yang agak menjorok ke ketengah sungai,” kata Taufan saat meninjau rencana lokasi proyek di daerah Tonrangeng beberapa waktu lalu.

Jika pembangunannya telah rampung, Taufan berencana melibatkan masyarakat lokal sekitar kasawan Tonrangeng, untuk berjualan di tempat tersebut. Mereka diberikan kesempatan menjual dagangannya, yang terdiri  dari penganan local, seperti onde-onde, cucur bayau dan lain sebagainya.

Bangunan  kuliner ini juga akan berfungsi sebagai dermaga olahraga Jetsky. Di dekat bangunan utama, rencananya dibuat tangga turun  ke sungai, untuk memudahkan warga yang ingin bermain Jetsky atau olahraga air lainnya.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Syamsuddin Taha, menjelaskan, Proyek Tonrangeng River Side akan mulai dikerja tahun 2016 mendatang, dan diupayakan berfungsi paling lambat akhir 2016.

Untuk fisik bangunan, kata Syamsuddin, pihaknya memilih menggunakan bahan material kayu.   Utamanya kata dia, palang dan lantai yang akan  menggunakan kayu tahan air.  Begitu juga rangka bangunan rumah terapung, semua kata Syamsuddin, berbahan material kayu.

Parepare bakal menjadi kota pertama di Sulsel  yang memiliki fasilitas jalan layang setelah Makassar. Ini setelah anggaran pembangunan Jalan Layang Tonrangeng sebesar Rp 25 miliar tersedia dalam APBD Kota Parepare Tahun 2016.

Dana ini berasal dari anggaran Insfrastruktur Publik Daerah (IPD) bantuan pemerintah pusat yang dialokasikan ke Parepare melalui Dinas Pekerjaan Umum.  Jalan layang sepanjang 125 meter  tersebut rencananya menghubungkan Jembatan Sumpang dengan Rumah Sakit Umum Tipe B Plus Pendidikan.

Di lokasi ini juga akan dibangun proyek jalan layang Parepare yang berfungsi sebagai akses jalan menuju Rumah Sakit Umum Tipe B Plus Pendidikan. Proyek ini akan melayang di atas Sungai Karajae dengan lebar 5 meter, dan diharapkan sudah bisa rampung akhir tahun 2016.

Kedua sisi jalan kata Syamsuddin akan disediakan trotoar masing-masing selebar kurang lebih 1,5 meter, untuk memudahkan dan memberikan akses kepada para pejalan kaki.  Anggarannya tak tanggung-tanggung, yakni sekitar Rp25 miliar.

Anggaran ini bersumber dari Dana Insfrastruktur Publik Daerah (IPD) Kementerian Pekerjaan Umum. Satu paket dengan proyek dimaksud, pemerintah kota juga berencana membangun akses jalan sepanjang  40 meter dari jalan poros Parepare – Makassar menuju mulut jalan layang yang berada tepat diujung Jembatan Sumpang sisi selatan.(a.rahman)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *