Unidayan Baubau Datangkan Ahli Filologi dari Malaysia

Prof Madya  Dr. AB Razak. AB.
Prof Madya Dr. AB Razak. AB

Baubau (rakyatbersatu.com) – Ahli  Filologi  dari Akademi Pengajian Uiversity of  Malaya Malaysia, Prof Madya  Dr. AB Razak. AB. Karim  memberikan kuliah umum, di Baruga  La Ode Malim  Univeritas  Dayanu Ikhsanuddin (Unidayan) Baubau, 16 November 2015. Demikian ditegaskan Kasubag Tata Usaha dan Humas Unidayan Baubau,  Dahmar, SKM.,M.Kes, Kamis 3 Desember 2015.

        Djelaskan,  dalam kuliah umum itu  turut hadir Rektor Unidayan, Ir. H. La Ode Sjamsul  Qamar, Wakil Rektor I,  MT, Ir. Tamar Mustari, M.S , Wakil Rektor II, La Ode Ramlan, SE.,M.Si,  dan Wakil Rektor III, Drs. La Ode Hadia, M.Si, dan Wakil Rektor IV, Dr.Andi Tenri, M.Si dan para dekan, kaprodi, dosen dan ratusan mahasiswa.

RektorUnidayan, Ir. H. La Ode Sjamsul Qamar, MT,  mengapresiasi kuliah umum ini karena mengingat Baubau merupakan daerah yang kental dengan budayanya dan memiliki banyak warisan sejarah yang patut untuk dipelihara. Beliau juga menerima masukan dari para dosen untuk dipelajari dan tindaklanjuti bahwa sebaiknya di Unidayan ada pusat kajian tentang filologi, katanya.   

AB. Razak merupakan professor dari Akademi Pengajian University of Malaya Malaysia. Beliau aktif sebagai seorang  filologi yang sudah keliling wilayah Malaysia dan Indonesia. Di Indonesia misalnya Aceh, Kalimatan, Sulawesi dan saat ini di Baubau untuk melakukan perawatan dan pendigitalan (Pendokumentasian) naskah-naskah yang berumur hingga ratusan tahun.

Kuliah umum yang dibawakan AB. Razak merupakan hasil dari kajian dan pemeliharaan 34 buah naskah selama 1 bulan di Baubau. Usaha ini melibatkan Perpustakaan Negara Malaysia, dosen dari Unidayan Baubau dan pihak Akademi   Pengajian Melayu University of  Malaya.

   “Masalah utama yang menyebabkan kerusakan naskhah di Baubau ialah faktor cuaca yang agak melampau di kawasan ini. Pada waktu siangnya suhunya panas dan pada waktu malamnya pula suhu turun dengan mendadak. Di samping itu, pulau ini dikelilingi oleh lautan yang luas dan kadar kelembaban cukup tinggi untuk memusnahkan naskah yang telah berusia ratusan tahun”, ungkapnya.

      Razak juga menjelaskan secara detil tiga cara yang dilakukan untuk menyelamatkan naskah-naskah tersebut yaitupendokumentasian,pembersihan, dan perbaikan.(yaya)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *