UNSA 72 Tahun:Embrio Lahirnya UNHAS, UNDIP dan UNIBRAW

universitas sawerigading ----kampusPerjalanan waktu tidak terasa Universitas Sawerigading (UNSA)  Makassar, telah memasuki usia ke-72 tahun (1943-2015). Kampus  didirikan pada 5 April 1943, oleh Prof. Dr. (Hc), Nuruddin Syahadat,  di masa awal gejolak revolusi merebut kemerdekaan. Dimasa itu, masih sangat sedikit anak-anak bangsa yang dapat mengecap jenjang pendidikan formal.

Pembelajaran awalnya berlangsung dalam suasana hiruk pikuk, pekik revolusi. Siswa dan mahasiswa  yang jadi peserta didik, diawal pendirian seringkali harus pindah-pindah tempat belajar karena adanya serangan pihak penjajah Hindia Belanda.

Nuruddin Syahadat, lahir di Makassar 17 Januari 1922. Tamat HIS Bantaeng 1934. Mulo Jokya 1937. AMS Taman Siswa Jakarta 1939. Di zamannya termasuk sedikit anak Sulsel yang lanjut studi di Jawa.  Pengalaman mengajar 1947-1948 selaku guru HIS Perguruan Damai di Kepu Jakarta. Guru HIS Schakel Institut Erna Rangkasbitung Banten 1948-1949. Pengajar Neutrale Mulo di Rangkasbitung Banten 1949-1950.

Oara dosen muda UNSA
Oara dosen muda UNSA

Dimasa pendudukan Jepang menjadi penyiar Radio Jepang di Makassar  1942-1945. Pemimpin Surat Kabar Harian Negara Baru, Indonesia Timur dan Nusantara di Makassar bersama J. Mewengkang 1949-1952. Sampai dengan akhir hayatnya 19 Pebruari 1993, dia tetap setia menjadi Rektor Universitas Sawerigading Makassar.

Ketua Dewan Pembina Yayasan Perguruan Sawerigading Pusat Makassar, Drs.Lagaligo Nuruddin Syahadat, Minggu, 5 April 2015 di kampus Universitas Sawerigading, Jl. Kandea II Makassar mengatakan, perguruan ini telah mengalami tiga fase dalam perjalannya mendidik dan mencetak sumber daya manusia berkualitas.

Fase awal memulai merintis  perguruan sekitar tahun 1940-an. Fase kedua masa kejayaan dialami antara akhir 1950-an sampai akhir 1970-an. Fase masa surut 1980-an. Masa kebangkitan mulai 1990-an sampai hari ini.

Rentang waktu perjalanan perguruan yang membina jenjang pendidikan, SMP, SMA dan Perguruan Tinggi, dimasa kejayaan menjadi rujukan anak muda lanjut sekolah untuk pendidikan dikelola pihak swasta.

Demikian halnya pada pendidikan tinggi, UNSA  malah menjadi embrio lahirnya beberapa kampus negeri dan ternama di republik ini. Catatan sejarah menunjukkan kehadiran kampus UNHAS, tidak terlepas dari embrio kampus UNSA. Sejarah mencatat,mahasiswa angkatan pertama fakultas ekonomi, UNHAS diambil dari mahasiswa UNSA dimasa itu, tandas putra tunggal Prof Nuruddin ini.

UNSA dimasa jayanya sempat membuka 12 cabang kampus di Jawa dan  Sumatera. Cabang kampus tercatat diantaranya yakni; UNSA Surabaya, UNSA Jakarta, UNSA Semarang, UNSA Jokyakarta, UNSA Malang, UNSA Bandung, UNSA Madiun, UNSA Surakarta, , UNSA Bogor, UNSA Cianjur dan UNSA Jember. UNSA Pangkalpinang

Dinamika dan perjalanan waktu kampus canang UNSA di beberapa kota di kemudian hari menjadi kampus mandiri lepas dari induknya. Kampus tersebut yakni; Universitas Diponegoro  (UNDIP)  Semarang, Universitas Brawijaya (UNIBRAW) Malang, Universitas Jember. Selain kampus negeri sejumlah kampus swasta cikal bakalnya dari UNSA tercatat misalnya, Universitas Jenabadra di Jokyakarta, Universitas Merdeka Malang, Universitas Hayam Wuruk Surabaya,  dan beberapa kampus swasta lainnya.

Kebijakan pemerintah pusat di akhir 1970-an, membatasi kampus membuka cabang serta kebijakan ujian negara bagi seluruh calon sarjana baru, menjadi titik balik awalnya kampus mengalami masa-masa surut, ungkap  Lagaligo yang  juga mantan wartawan di masa mudanya, seraya menambahkan di masa surut, kampus UNSA hampir nyaris gulung tikar dengan tidak teratur dan tertibnya proses pembelajaran.

Masa suram itu, tidak berlangsung lama akhir tahun 1980-an, mulai masa kebangkitan dengan kebijakan kampus ikut menjadi binaan pemerintah lewat perpanjangan tangan Kopertis di daerah. Sejak itu penataan program studi  dengan mengusulkan pendirian prodi baru yakni,  FISIP, Hukum, Tehnik dan Sastera dengan lima prodi yakni; Sosiologi, Administrasi, Tehnik,Hukum dan Sastera. Tahun 2000-an kembali menambah FKIP dengan dua prodi Pendidikan Matematika dan Pendidikan Bahasa Indonesia.

Tahun 2015, UNSA kembali mengajukan 4 prodi baru yakni S2 Hukum, Manajemen, Pendidikan Bahasa Inggeris serta Pendidikan Anak Usia Dini. Prodi baru itu semoga cepat di respon pemerintah akan semakin lebih mendinasikan proses pembelajaran dan berlahan kampus yang pernah berjaya ini, akan secepatny meraih kembali masa-masa kejayaan itu.

Perjalanan 72 tahun kampus UNSA, mereka yang pernah jadi rektor di antaranya: Prof.Dr.(Hc), Nuruddin Syahadat; Drs.Abd Razak, Prof.Dr.H.Kaharuddin, M.Hum; Dr.H.Muh Hasyim, SH, MH; Prof.Dr.A.Melantik Rompegading SH,MH. Tujuh  program studi yang dibina semua telah mendapat akreditasi BAN-PT. (ym)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *