Wakil Rektor III Unhas Diciduk Polisi Saat Pesta Narkoba

nyabuMakassar.– Nama besar Univesritas Hasanuddin Makassar tercoreng. Salah seorang guru besarnya yang juga Wakil Rektor III Unhas, Prof Dr Muzakkir SH, MH diciduk Polisi saat pesta narkoba di Hotel Grand Malibu, Jl Pelita Raya Makassr, Jumat, 14 November 2014 dini hari. Dalam penggrebekan itu polisi juga mengamankan seorang dosen bernama Ismail Alrip, SH,MKN serta seorang mahasiswi atas nama Nilam.

Ketiganya kini masih dalam pemeriksaan oleh Satuan Narkoba Polrestabes Makassar.”Mereka sedang diperiksa,”kata Kepala Satuan Narkoba Polrestabes Makassar Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Syamsu Arif.

Informasi yang berkembang menyebutkan bahwa penangkapan tersebut dilakukan polisi saat mendapat bahwa di kamar 312 Hotel Grand Malibu sedang ada pesta narkoba. Mendapat informasi itu polisi bergerak cepat.

“Ini hasil pengembangan, mereka ditangkap di Hotel Grand Malibu sekitar pukul 3 dini hari. Awalnya satu kamar kita gerebek, ternyata di kamar sebelahnya ada juga dan di sebelahnya ada juga. Jadi 3 kamar yang kita gerebek,” terangnya.
Total yang diamankan berjumlah 6 orang, Prof Dr Musakkir SH, Ismail Alrip dan dua mahasiswi serta dua orang lagi. “Mereka semua masih diperiksa oleh penyidik,termasuk barang buktinya” ujarnya.

Sementara itu Rektor Unhas Prof Dr Dwia Aries Tina Pulubuhu MA yang dihubungi wartawan mengaku terkejut dan tidak percaya jika wakilnya adalah pengguna narkoba. “Saya tidak percaya itu, ” kata Dwia.

Rektor Unhas ini mengaku menyerahkan sepenuhnya kasus tersebut kepada pihak kepolisian. Dia juga telah meminta Kapolda Sulselbar untuk melakukan investigasi atas kasus tersebut.

“Saya minta untuk diinvestigasi. Kita tunggu hasil investigasinya, mungkin saja ini hanya penjebakan. Tapi, jika memang terbukti, tentu ada aturan yang dilanggar dan pasti ada sanksi,” jelasnya.

Terpisah, Ketua Forum Informasi dan Komunikasi Organasasi non Pemerintahan (Fik Ornop), Asram Jaya, menilai ditangkapnya Prof Musakkir dalam kasus narkoba menciderai nama perguruan tinggi maupun kelompok intelektual.

Ketua Fik Ornop, Asram Jaya, mengatakan nilai-nilai yang melekat pada kelompok intelektual dan perguruan tinggi tercoreng dan ini bisa berdampak pada keraguan dan ketidakpercayaan masyarakat.

“Untuk masalah pencopotan, PNS ada mekanisme pemberhentiannya. Jika sebagai dosen sebaiknya dilakukan pemberhentian oleh rektor baik sebagai dosen ataupun Wakil Rektor III,” kata Asram.

Ketua Dewan Guru Besar Unhas Prof Natsir sangat menyayangkan jika benar Prof Musakkir terlibat narkoba. Namun dia menegaskan bahwa harus ada pembuktian apa benar dia seorang pengguna narkoba. “Kita serahkan sepenuhnya kepada polisi untuk melakukan pemeriksaan,” tandasnya.

Prof Dr Natsir menegaskan bahwa pasti akan ada sanksi tegas yang berikan jika benar Musakkir terlibat dalam kasus narkoba. “Kita akan menunggu kepastian hukumnya, ” kata Prof Natsir yang saat ini sedanhy berada di Yogyakarta. (yd/bbs)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *