Walikota Jadi Jurudamai Perang Kelompok

Walikota Danny Pomanto jadi juru damai kedua pihak yang berseteru. Mereka dipertemukan di Rujab Walikota, Minggu (9/11/2014).  (Foto: Agung anrasula)
Walikota Danny Pomanto jadi juru damai kedua pihak yang berseteru. Mereka dipertemukan di Rujab Walikota, Minggu (9/11/2014). (Foto: Agung anrasula)

Makassar, RB – Walikota Makassar Danny Pomanto menjadi jurudamai antara dua kelompok warga yang sering terlibat perkelahian kelompok. Kelompok yang suka bertikai itu ialah warga dari Kelurahan Barabarayya berhadapan dengan warga dari Kelurahan Ballaparang.

Sebulan terakhir ini, kedua kelompok yang bertetangga kelurahan ini kerap kali saling serang dengan menggunakan senjata berupa batu, ketepel, panah, pentungan atau apa saja yang bisa mereka gunakan. Akibat langsung perang kelompok, bisa berakibat jatuhnya korban luka dan bahkan jiwa di antara mereka yang terlibat langsung.

Dampak lainnya, karena kedua kelurahan ini letaknya di pusat Kota Makassar, akibatnya, masyarakat umum yang kebetulan ada atau lewat di lokasi perkelahian, beberapa kali menjadi korban terkena “peluru” nyasar.

Ketika peperangan berlangsung, terjadi kemacetan yang luar biasa. Para pemilik kendaraan terpaksa berhenti atau putar balik menghindari lokasi kejadian. Tentu saja tidak mudah memutarbalik kendaraan karena lalulintas sangat padat. Maka, terjadilah tumpukan kendaraan yang menyebabkan kemacetan.

Anehnya, dari para pelaku peperangan yang diamankan aparat kepolisian, penyebab terjadinya peperangan itu, ternyata hanya soal sepele. Kadang hanya bersenggolan, atau hanya karena soal pacar, karena anak-anak kecil yang berkelahi dan orang tua mereka ikut campur.  

Seperti perang kelompok yang baru saja terjadi ini, menurut Kepala Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Makassar, Ferdy Amin, ternyata perang  kelompok terjadi berawal dari anak-anak kecil yang berkelahi, kemudian melibatkan masing-masing orang tua mereka. “Awalnya hanya perkelahian anak-anak, lalu orang tua mereka ikut terpancing,” jelas mantan Camat Tamalate, ini.

Perang kelompok yang kerap terjadi, merupakan satu dari tiga ciri jenis kejadian yang mewarnai terjadinya gangguan keamanan di Makassar, selain ulah brutal ‘geng motor’ dan unjukrasa anarkis. Celakanya, tiga jenis kejadian inilah yang justru kerap diberitakan oleh media televisi yang berpusat di Jakarta, sehingga terkesan bahwa Kota Makassar termasuk “kota yang paling tidak aman”  di Indonesia.

Bagi Walikota Makassar Danny Pomanto, julukan Makassar sebagai “kota yang paling tidak aman” membuat gerah, karena dari aspek mendatangkan investor untuk menanamkan modalnya di Makassar, julukan itu akan sangat merugikan citra Kota Makassar sebagai kota pusat perdagangan dan investasi di Kawasan Timur Indonesia. “Karena itu, kita harus bertekad menjadikan kota kita ini menjadi kota yang aman, damai dan sejahtera, dua kali tambah baik dari sebelumnya,” kata Danny pada suatu kesempatan.

Itu sebabnya, Walikota mencoba memediasi para kelompok warga dari kedua kelurahan yang terlibat perang itu, dengan menjadi jurudamai. Tokoh-tokoh masyarakat dari kedua kelurahan tersebut diundangnya hadir dalam pertemuan yang diselenggarakan di di rumah jabatan walikota pada hari Minggu, 9 November 2014, bertepatan dengan HUT ke-407 Kota Makassar.

Berkisar 50-an tokoh-tokoh masyarakat dari Kelurahan Barabarayya dan Ballaparang hadir di pertemuan itu. “Saya menitipkan harapan kepada mereka agar menghentikan bentrokan, dan tidak mengulanginya kembali di kemudian hari. Saya juga berpesan kepada mereka jangan mudah terprovokasi, artinya; jangan mudah dipengaruhi, dipanas-panasi. Jika ada masalah, mari kita selesaikan dengan kepala dingin. Saya yakin, kita semua ingin agar Makassar, kota yang sama kita cintai ini aman dan nyaman serta rakyatnya sejahtera,” kata Danny penuh harap.

Untuk mengantisipasi agar tidak terjadi perang kelompok di kawasan tersebut, walikota langsung memprogramkan membuat pos pengamanan di kedua kelurahan tersebut. (uka)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *