Walikota Makassar Danny Pomanto Sukses Mengemas Kegiatan HUT 407 Kota Makassar

Peserta karnaval dari Dinas Perikanan dan Pertanian Makassar menyalami Walikota dari atas mobil yang ditumpanginya.
Peserta karnaval dari Dinas Perikanan dan Pertanian Makassar menyalami Walikota dari atas mobil yang ditumpanginya.

Makassar, RB – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke 407 Kota Makassar tahun 2014 benar-benar berbeda dibandingkan dengan peringatan serupa tahun-tahun sebelumnya. Sebagai seorang arsitek perencana yang juga memiliki selera seni yang menghibur, Walikota Makassar Danny Pomanto dinilai sukses mengemas kegiatan-kegiatan yang selain beragam, juga dikemas apik dan menghibur sehingga mampu menarik perhatian warga kota untuk datang berduyun-duyun menyaksikan di antaranya festival kanal.

“Begitu banyak kegiatan yang digelar pemerintah kota, mulai dari yang berskala nasional hingga internasional. Dari banyak agenda, satu di antaranya ialah festival kanal yang dilaksanakan di kanal Jl. Mongisidi.” kata Kepala Dinas Kelautan, Perikanan, Pertanian dan Peternakan (DKP3) Kota Makassar, Rahman Bando.

Sepanjang dua kilometer, kanal yang terbentang dari Jl. Mongisidi Baru hingga melewati Jl. Rappocini, disulap menjadi kanal bersih, dengan cat warna hijau di kedua dindingnya. Sejumlah kuliner khas Makassar juga disuguhkan di lokasi tersebut, lalu dimakan beramai-ramai.

Festival Kanal, memang baru pertama kali dilaksanakan. Wali Kota Makassar Mohamad Ramdhan Pomanto mengapresiasi kegiatan tersebut karena akan menumbuhkan kesadaran warga menjaga kanalnya. “Kita perlu sampaikan ke masyarakat, ini kanal banyak manfaatnya. Kalau bersih akan menjadi pariwisata baru dan menghadirkan pengunjung, dan dampaknya pada perekonomian warga,” kata Danny.

Uacara HUT 407  Makassar di Lapangan Karebosi (ist)
Uacara HUT 407 Makassar di Lapangan Karebosi (ist)

“Kalau kanal bersih, bisa menjadi obyek rekreasi baru. Kanal memiliki potensi dari segi ekonomi, transportasi, sarana bermain anak dan tempat rekreasi baru seperti yang dilakukan di negara-negara Eropa. Semua kanal harus bersih, ini dalam kaitannya dengan program MTR (Makassarta Tidak Rantasa) yang kita canangkan. Dari segi ekonomi, ini (kanal) bisa menjadi sarana transportasi sehingga akan menghasilkan sumber ekonomi warga,” tambah Danny. Dia mengaku tengah berupaya untuk meminta bantuan dari pemerintah pusat untuk digunakan mengeruk kanal-kanal di Makassar.

Danny Pomanto, memberi apresiasi kepada masyarakat atas terselenggaranya pesta kanal. Jika seluruh masyarakat sadar akan pentingnya menjaga kebersihan kanal, maka ke depannya kanal akan menjadi salah satu sumber penghasilan ekonomi bagi warga. “Kanal yang bersih bisa dijadikan sistem transportasi, lokasi pariwisata, tempat memancing yang dapat mendatangkan keuntungan bagi warga yang berdomisili di sekitar kanal,” kata arsitek tata ruang ini.

Pesta kanal ini juga dimanfaatkan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar untuk menyerahkan bantuan kepada korban kebakaran yang lokasinya tidak jauh dari kegiatan pesta kanal. Bantuan itu berupa, 1 ton beras, kartu tanda penduduk (ktp) gratis bagi korban kebakaran, sunatan gratis dan bantuan dua unit Fukuda (motor sampah).

Wakil Walikota Makassar, Syamsu Rizal dan sejumlah pejabat Pemkot hadir di acara ini, bahkan ribuan warga yang tidak hanya berdomisili di bantaran kanal juga turut hadir. Suguhan kuliner gratis yang disajikan warga menjadi rebutan setiap orang yang hadir.

Ragam kegiatan yang diadakan dalam rangka HUT ke 407 Kota Makassar antara lain; lomba memancing, lomba perahu dayung, lomba pukul bantal, karnaval budaya, hingga pagelaran hiburan dan pesta rakyat yang dilaksanakan malam hari di Anjungan Pantai Losari.

Danny Pomanto juga membuat kesan lain dan baru. Pada acara puncak HUT ke-407 Kota Makassar, Minggu 9 November yang dilaksanakan di Lapangan Karebosi, , sebanyak 407 anak-anak muda penari dari komunitas ‘Anak Lorongna Makassar’ mementaskan tari-tarian khas budaya etnis Makassar yang membuat para undangan cukup kagum dan terhibur. Suku Tionghoa warga Kota Makassar juga tak mau ketinggalan. Mereka mempertunjukkan atraksi Barongsai, disaksikan ribuan mata para undangan.

Di antara undangan VIP yang hadir, tampak Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo, disertai sejumlah pejabat Pemprov Sulsel dan para mantan Walikota Makassar seperti; Malik B. Masry, Ilham Arief Sirajuddin, Andi Herry Iskandar.

Ini yang unik, semua peserta upacara mengenakan baju adat Sulsel. Para pria mengenakan busana jas tutup, sarung dilengkapi “songkok guru”, sedangkan kaum wanitanya mengenakan “baju bodo”. Tak terkecuali, Gubernur Syahrul, Walikota Danny, dan Ilham Arief Sirajuddin yang bergantian tampil berpidato tetap mengenakan busana adat. Danny Pomanto benar-benar menciptakan suasana berbeda memperingati ulang tahun kota yang dipimpinnya.

Jika beberapa mantan Walikota Makassar yang masih hidup, dihadirkan pada puncak acara ini, tidak sama dengan mantan wakil walikotanya; Supomo Guntur, tidak kelihatan menghadiri acara penting ini. Tak ada keterangan resmi yang diperoleh apa sebab Supomo urung hadir.

Padahal, kegiatan tersebut selain dihadiri langsung oleh Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo yang bertindak sebagai inspektur upacara dan Wali Kota Makassar, Ilham Arief Sirajuddin, pejabat dalam jajaran Pemerintah Kota Makassar juga rata-rata hadir, termasuk para tokoh agama dan dan tokoh masyarakat.

Karnaval Budaya, yang berlangsung sore hari 8 November, tak kalah menariknya. Ada sekitar 300 kelompok yang terdiri atas, SKPD, lembaga pendidikan, ormas paguyuban masyarakat urban dari etnis luar Sulsel seperti, Sunda, Gorontalo, Manado, Maluku, Jawa, Madura, Tionghoa, masing-masing mengikuti karnaval yang mengambil rute dari Kantor Walikota dan finis di Anjungan Pantai Losari. Karnaval ini terkesan marak dan unik, karena masing-masing peserta tampil dengan kostum yang aneh-aneh dan membawa warna budaya serta atraksi yang menarik perhatian publik, seperti; komunitas sepeda tua, komunitas pencak silat, grup senimantoriolo, dan sebagainya.

Walikota Danny Pomanto didampingi Ibu, dan beberapa pimpinan SKPD Pemkot Makassar, mengambil posisi strategis di depan panggung utama menyambut satu per satu peserta karnaval. Banyak peserta karnaval menggunakan kesempatan bersalaman dengan Walikota dan Ibu.

Usai acara puncak, walikota menziarahi Taman Makam Pahlawan terutama menziarahi khusus para mantan walikota dan para pejabat Pemkot Makassar yang sudah mendahului kita semua. (uka)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *