Wartawan bukan Cuma yang Posting di Kantor Walikota Makassar

Moh. Ramdhan Pomanto bersama sejumlah awak media (uka)
Moh. Ramdhan Pomanto bersama sejumlah awak media (uka)

MAKASSAR, RBC – Keinginan yang sangat kuat dalam diri Walikota Makassar, Sulawesi Selatan; Moh. Ramdhan Pomanto untuk menjadikan Kota Makassar menjadi dua kali tambah baik dari sebelumnya, bisa jadi tidak kesampaian. Hal ini boleh jadi disebabkan karena ternyata masih ada pejabat di Kantor Walikota Makassar yang kurang memahami dan kurang mampu menjabarkan di lapangan, apa sebenarnya yang diinginkan atasan tertingginya, yakni, Walikota.

Salah satu contoh yang menggambarkan mengenai masih kurangnya pemahaman pejabat Pemkot terhadap Walikota Makassar, ialah cara kerja Bagian Humas dalam melayani wartawan dalam rangka pelaksanaan AMF yang berlangsung dari tanggal 8 s/d 12 ketika Bagian Humas membagikan ID Card untuk peliputan kegiatan ASEAN MAYORS FORUM (AMF) kepada puluhan wartawan yang siap meliput kegiatan internasional yang berlangsung dari 8-12 September 2015.

Pembagian ID card tersebut dilakukan pada hari Minggu sore, 6 September 2015, sekitar pukul 17.00 wita, usai Walikota memberi keterangan pers tentang AMF kepada 50-an lebih wartawan  di depan maket ‘Aparong’ di anjungan Pantai Losari.

Namun sayangnya, masih banyak wartawan yang meliput pada sore itu tidak memperoleh ID card yang dimaksud. Ketika ditanyakan kepada Kabag Humas Pemkot Makassar; Firman, apakah ID card untuk wartawan masih ada? Firman menjawab bahwa yang disiapkan ID cardnya hanya wartawan yang posting di Kantor Walikota saja. “Itu masih banyak ID card yang belum terbagi,” kata seorang wartawan sambil menunjuk puluhan ID card yang dibawa mondar mandir oleh seorang staf Humas yang tadi membagikan ID card kepada para wartawan. “Itu sudah ada yang punya. Masing-masing ada namanya,” jawab Firman.

Wartawan media ini (RBC) termasuk yang tidak kebagian ID card AMF. Namun, setelah beberapa kali didesak, Firman akhirnya berjanji memberikan. “Sebentar malam saya telepon pak,” katanya.

Keterangan walikota sore itu termasuk kategori berita penting untuk diketahui khalayak karena walikota memberikan penjelasan dengan terinci, termasuk apa yang tujuan hakiki yang ingin dicapai sehingga walikota kelihatan sangat serius mempersiapkan pelaksanaan AMF dengan baik.

Karena, jangan sampai masyarakat mengira bahwa kegiatan AMF yang kelihatan begitu “Waouw” ini, hanya merupakan perhelatan yang menghamburkan uang negara miliaran rupiah, dengan tujuan untuk kepentingan politis walikota sesaat saja. Publik perlu diberi info melalui media pers, misalnya, bahwa sangat banyak sarana dan prasarana pendukung kegiatan AMF yang disiapkan tidak diadakan melalui belanja APBD Kota Makassar, melainkan sumbangan para donatur yang diperoleh berkat kepiawaian Danny Pomanto melobi sana sini. Dari satu sisi inilah walikota membutuhkan bantuan media melalui para wartawannya untuk menginformasikan berbagai hal yang perlu diketahui oleh masyarakat.

Tapi, malamnya, tak ada telepon dari Firman. Sementara sudah ada rangkaian kegiatan AMF berlangsung. Hingga Selasa, ketika pertemuan AMF sudah berlangsung, Humas Pemkot sudah tidak menambah distribusi ID card, sedangkan masih banyak wartawan yang belum kebagian ID card.

Kejadian ini perlu dijadikan pelajaran bagi para pejabat Humas, khususnya Kepala Bagian Humas Pemkot Makassar bahwa Wartawan di Kota Makassar, bukan yang cuma posting di Kantor Walikota. Justru lebih banyak lagi wartawan di luar sana.

Memang tidak perlu semua wartawan harus posting di Kantor Walikota. Jika Walikota sifatnya rutinitas, cukuplah diliput oleh wartawan yang posting di kantor itu. Akan tetapi, kegiatan Walikota yang sifatnya regional, nasional dan internasional, tentu tidak cukup hanya diliput oleh wartawan posting di kantor walikota. Wartawan di luar posting, penting dilibatkan sehingga kegiatan Walikota yang aspeknya lebih luas, bisa terinfo di banyak media, baik media cetak, elektronik maupun media online. Pejabat Humas perlu bertindak bijak melihat persoalan seperti ini.

Kejadian di atas, sepintas merupakan kejadian kecil yang mungkin kurang penting diangkat ke permukaan, akan tetapi dampaknya bisa besar dan meluas, karena menyangkut prestasi dan pencitraan seorang tokoh sekelas Danny Pomanto, Walikota Makassar yang sudah mendunia.

Sejarah dan pengalaman menunjukkan bahwa seorang pemimpin jatuh dari kedudukannya, bukan disebabkan oleh ‘orang jauh’, akan tetapi lebih disebabkan kesalahan yang dilakukan oleh ‘orang dekat’ sang pemimpin. (usamah kadir)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *