Wartawan Ibukota Bersatu Boikot FFI 2014 dan BPI

 Aktor-Peraih-Ciitra-FFI-2013-Semarang-berbagi-kegembiraan-Bersama-Penggemarnya-di-Balik-Kaca

Aktor-Peraih-Ciitra-FFI-2013-Semarang-berbagi-kegembiraan-Bersama-Penggemarnya

SEJUMLAH  wartawan peliput  film dan hiburan ibukota  tergabung dalam gerakan Wartawan Bersatu Tak Bisa Dikalahkan (WBTBD)  mengeluarkan pernyataan sikap  memboikot segala pemberitaan tentang penyelenggaraan Festival Film  Indonesia (FFI) 2014  yang puncaknya digelar di di Palembang, Sabtu (6/12) malam ini.

Langkah itu diambil, sebagai bentuk perlawanan  atas perlakuan panitia pelaksana FFI 2014. Dalam hal  ini Badan Perfilman Indonesia (BPI), yang dinilai diskriminatif kepada wartawan peliput FFI 2014. Sebagaimana dikatakan ketua Panpel FFI tahun ini  merangkap salah satu ketua BPI,  Kemala Atmojo, hanya  menyertakan media partner  ditunjuk panitia plus segelintir pewarta lainnya.

Kebijakan itu, meski syah dan dibenarkan  dengan alasan subyektif dan politis, namun ditimbang WBTBD melukai asas keadilan dan menepikan asas kebijaksanaan. Karenanya, sejumlah  media seperti Suara Merdeka, Suara Karya, Suara Pembaruan, Berita Pagi, Pos Kota, Waspada, Republika  Online, RakyatBersatu.Com, Gatranews, Koran Jakarta, Pos Sore, Wawasan, Warta Kota, Guritanews, Bintang Film,  Harian  Terbit, dan beberapa media nasional lainnya,  mengambil langkah yang dianggap seperlunya menyikapi hal tersebut.

“Kami bersama-sama  mengambil langkah kesetimbangan dengan melakukan pembiaran dan pemboikotan  pemberitaan FFI 2014, dan segala kegiatan BPI ke depannya. Sampai BPI melakukan perbaikan dan  memperlakukan insan pers pada aras yang sepatutnya. Tidak berlebihan apalagi melecehkan,” tandas Benny Benke,  salah satu motor WBTBD memboikot pemberitaan FFI 2014  kepada RB.Com di Jakarta, Jumat pagi.

Julia-Perez-memeriahkan-Pawai-Artis-FFI-2013-yang-disambut-hangat-dan-Meriah-masyarakat-semarang-serta-diliput-banyak-media-nasional.
Julia-Perez-memeriahkan-Pawai-Artis-FFI-2013-yang-disambut-hangat-dan-Meriah-masyarakat-semarang-serta-diliput-banyak-media-nasional.

Langkah itu ditimbang perlu dilakukan,  lanjut wartawan Suara Merdeka yang berpengalaman meliput FFI maupun festival film interasional – Cannes dan  Berlin Film Festival, lantaran dalam banyak kesempatan Kemala Atmojo – selalu berharap dukungan dari insan pers agar pelaksanaan FFI
2014 berhasil. Bahkan pada acara pengumuman nominasi FFI 2014 di Balairung Sapta Pesona, Kementrian  Pariwisata, dia juga mengulang harapannya itu, agar gaung penyelenggaraan FFI diketahui masyarakat luas.   “Ternyata, wartawan yang selama ini banyak membantu pemberitaan FFI 2014 malah dikucilkan, bahkan   humas FFI 2014 cenderung menganggap wartawan yang selama ini bekerja sama dengan FFI, dianggap tidak  ada,” tandasnya.

Pernyataan sikap yang dirilis WBTBD diambil agar ada pemartabatan atas kerja intelektual insan  pers. Agar tidak dipandang sebelah mata  siapapun mereka. “Kalau kita sudah terlatih bahkan terbiasa  berhadapan langsung dengan rezim pemerintahan, siapapun itu penguasa negara, masak hanya berhadapan  dengan BPI kita tak mampu?  Energi kita tentu sisa-sisa jika hanya bersemuka secara intelektual dengan BPI,”  ujar Benny.

Sementara  Ami Herman dari Suara Karya mengingatkan, FFI 2014 menggunakan anggaran rakyat yang disuplai   dari pemerintah, via Kementerian Pariwisata. “Karena itu wartawan punya hak menuntut adanya transparansi  penggunaan dana FFI, tidak ditutup tutupi, seperti terkesan selama ini,” tandasnya. * (naskah dan foto – ata)

  

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *