Wisuda Sarjana STIK Tamalatea dan STIPAR Makassar

STIK Tamalatea Sudah Telurkan 5.281 Orang Alumni

 wiusda okSekolah  Tinggi ilmu Kesehatan (STIK) Tamalatea kembali melaksanakan wisuda sarjana  strata satu periode XIX dan wisuda sarjana Sekolah Tinggi Ilmu Pariwisata (STIPAR) Tamalatea periode V tahun 2014, sebanyak 160 orang  di Balai Prajurit M. Yusuf (Balai Manunggal), Selasa 24 Juni 2014. Ini berarti jumlah alumni yang berhasil menyelesaikian studinya  sejak berdirinya tahun 1995 sebanyak 5.281 orang.

        Wisuda ke-19 ini ditandai penyampaian orasi ilmiah oleh  Prof Dr H. Indar. SH, MPH dengan tema “Kedaruratan Kesehatan Masyarakat: Suatu Perspektif Hukum Kesehatan”. Dihadiri Koordinator Kopertis IX Sulawesi diwakili Andi Amir, Kadis Kesehatan Provinsi Sulsel, Dr dr  Rachmat Latief,  Pendiri Yayasan Hj Anisa Aseng, orang tua wisudawan serta beberapa undangan.

Ketua STIK Tamalatea Makassar, Drs Lasanada, MM, M.Kes, dalam laporannya mengatakan, sekarang ini STIK Tamalatea Makassar sedang membina lima jurusan program studi dengan jumlah mahasiswa yang dibina sebanyak 700 orang mahasiswa. Adapun tenaga dosen STIK Tamalatea diantaranya, 6 dosen PNS yang diperbantukan di kopertis,  8 dosen yayasan dan sebanyak 35 orang lainnya adalah dosen luar biasa.

Kualifikasi tenaga dosen STIK Tamalatea, 60 persen sudah berkualifikasi magister dan 40 persen adalah doctor dan guru besar. Tahun ajaran 2015 dari 8 orang dosen yayasan yang dikuliahkan pada program S3, diharapkan sudah ada yang menyelesaikan studinya sampai setengahnya.

Lasanada juga menambahkan, STIK Tamalatea Makassar, sudah membuka program S2 kesehatan dan sekarang ini alumninya sudah mencapai 100 orang. Optimis program S2 bidang kesehatan yang baru dibuka ini akan berkembang dalam waktu-waktu mendatang, terlihat dari jumlah peminat dalam beberapa tahun terakhir ini terus meningkat.

 Dan yang sangat menggembirakan pula Lasanada, karena alumninya hampir seluruhnya tersebar di rumah sakit – rumah sakit yang ada di Makassar. “Ini sebuah kebanggaan tersendiri baginya, mengingat alumninya bisa membuktikan  bahwa dia mampu berkompetisi dengan alumni-alumni tenaga kesehatan luaran perguruan tinggi lainnya,”tandasnya.

Bahkan dipertegas lagi Kadis Kesehatan Provinsi Sulsel, Dr dr Rachmat Latif, kalau saat ini sudah tidak ada lagi perbedaan luaran sekolah yang dibina pemerintah dengan luaran sekolah swasta. Keduanya sama posisinya, tapi yang membedakan adalah kompetensinya.  Rachmat Latief sangat optimis STIK Tamalatea memiliki kompetensi yang bisa bersaing dengan alumni lainnya. Hal ini telah dibuktikannya dengan banyaknya alumni STIK Tamalatea diterima di rumah sakit –rumah sakit yang ada baik di Makassar maupun di luar kota.(ym)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *