Yapensa Ingin Kembalikan Kejayaan Kopi Bonthaink

Workshop Pengembangan Kopi Spesiality di Kawasan Bawakaraeng dan
Peserta Workshop Pengembangan Kopi Spesiality 

Bantaeng, Kopi Bonthaink yang pernah dikenal luas masyarakat diharapkan kembali berjaya. Adalah Yayasan Pensa Global Agromandiri (YAPENSA) yang menggagas kemungkinan kembalinya kejayaan kopi dari selatan Sulsel tersebut.

Melalui workshop sehari kerjasama Pemda Bantaeng dengan dukungan pendanaan dari Ford Foundation, lembaga ini segera melakukan pembinaan dan pendampingan di lapangan untuk meningkatkan kualitas serta untuk memudahkan akses pasar.

Workshop bertajuk Pengembangan Kopi Spesiality di Kawasan Bawakaraeng dan diikuti pejabat Dinas Perkebunan dan petani dari Kabupaten Gowa, Sinjai, Bulukumba, Jeneponto dan Bantaeng tersebut berlangsung di gedung Balai Kartini Bantaeng, Rabu (27/8).

Kegiatan yang juga dihadiri pejabat Kementerian Hukum dan HAM Dr Riyadi, pejabat Dinas Perkebunan Provinsi Sulsel Ir Indah Layla MP, pengurus Asosiasi Eksportir Kopi Indonesia (AEKI) dan Asosiasi Kopi Spesiality Indonesia (AKSI) itu dibuka Bupati Bantaeng yang diwakili Asisten III bidang Administrasi H Bakhtiar Karim.

Pada kesempatan tersebut juga ditandatanganani naskah kesepakatan Memorandum of Understanding (MOU) para pihak terkait serta penyerahan alat pengupas biji kopi kepada petani berprestasi atas nama Amir dari Desa Labbo.

Menurut Project Director Coffee Yapensa Zaenudin Toyib, ekspor perdana kopi dari Sulsel menggunakan merk dagang Bonthaink, namun sayangnya ekspor tersebut tidak berlanjut, padahal potensinya ada.

Kopi dari Sulsel yang kita kenal sekarang hanya kopi Kalosi dan Kopi Toraja. Karena itu, kita ingin kopi dari selatan Sulsel ini kembali berbicara di pasaran dengan nama Kopi Bawakaraeng.

‘’Kita menggunakan nama Bawakaraeng karena gunung bawakaraeng yang sudah terkenal. Selain itu, lima kabupaten yang ada di kakinya memiliki potensi yang sama,’’ ujarnya.

Menjawab pertanyaan, Zaenuddin Toyib yang didampingi Executive Director Hermansyah Gafur mengatakan, pada tawap awal, jenis kopi yang dikembangkan adalah jenis arabika.

Untuk memperoleh hasil berkualitas, Pensa akan melatih petani mulai dari cara menanam hingga panen. ‘’Kita sudah menyiapkan leaflet dan film serta alat peraga lainnya yang bisa membantu,’’ tambahnya.

Bupati Bantaeng yang diwakili Asisten III bidang Administrasi H Bakhtiar Karim memuji kepedulian Yapensa terhadap peningkatan kesejahteraan petani.

‘’Dulu Bantaeng dikenal sebagai daerah produksi kopi, tapi karena ketidakpastian harga, petani menilai komoditi ini tidak menjanjikan sehingga ketika ada gerakan untuk mengganti kopi dengan kakao, maka petani menebang pohon kopinya,’’ ujarnya.

Mantan Kadis Koperasi dan UKM itu optimistis, ke depan, terutama dengan adanya pendampingan oleh Yapensa, petani akan bergairah dan pada akhirnya akan terjadi peningkatan kesejahteraan.(hms/yd)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *