Yovie Widianto Dukung Terwujudnya Desa Mandiri

Yovie berjabat erat dengan Menteri PDT - Marwan Jafar.
Yovie berjabat erat dengan Menteri PDT – Marwan Jafar.

 PENTOLAN Kahitna band, Yovie Widianto (46 th 8 bln) punya cara tersendiri untuk mensyukuri nikmat hidup berkecukupan bahkan melimpah ruah dari kehidupannya sebagai musisi dan pencipta  sederet lagu-lagu hits. Bersama para pekerja seni dan akademisi yang tergabung dalam lembaga Pusat Studi Indonesia Cerdas, keyboardis kelahiran Bandung,  21 Januari 1968 ini, siap mendukung Marmawan Jafar –  Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi dalam membangkitkan gairah masyarakat desa untuk menjadi lebih mandiri.

“Kebetulan dapat momentum pas, dalam Kabinet Kerja Jokowi – JK ada Kementrian PDT dan Transmigrasi yang  lewat program Nawakerja  mencoba lebih fokus mengembangan kreativitas kearifan lokal. Karenanya, sejalan dengan upaya membangkitkan gairah masyarakat desa  dan demi terwujudnya banyak Desa Mandiri dimasa datang, saya menyarankan ke Pak Menteri Marwan Jafar mengembangkan Wirausaha Kreatif  (creative enterpreuneurship) di pedasaan,” papar Yovie mendampingi Marwan Jafar kepada RB.Com di Pisa Café – Jl. Mahakam, Blok M – Jakarta Selatan, baru-baru ini.

Menurut musisi jenius dan produktif  lulusan FISIP Unpad Bandung Jurusan Hubungan Internsional ini, berdasarkan pengalamannya bersama pekerja seni tiga  tahun terakhir – mewujudkan  beberapa Desa Mandiri di tanah kelahiran keluarga di Garut – Jawa Barat, pengembangan wirausaha kreatif di pedesaan merupakan langkah penting seiring berkembang pesatnya industri kreatif belakangan ini. “Berkat pengembangan Creative Enterpreuneurship, para pekerja seni yang tergabung dalam Pusat Studi Indonesia Cerdas dengan dana swadaya anggotanya alias tanpa bantuan dana pemerintah, mampu mewujudkan beberapa Desa Mandiri di Garut. Nah, dikabinet kerja  Jokowi-JK ada kementrian khusus PDT dan Transmigrasi hingga saya optimis lewat program Nawakerja –  industri kreatif di ribuan desa tertinggal akan lebih diberdayakan,” tandas Yovie seraya menekankan  potensi-potensi setiap desa harus dibentuk karakter seninya masing-masing sebagai identitas daerahnya, “Identitas kreatif seni masyarakat itulah yang akan dikembangkan, dibina dan diberdayakan agar benar-benar membangkitkan gairah masyarakat setempat hingga terwujudnya desa mandiri,” tandas motor grup musik Yovie & The Nuno itu.

.   Lebih kongkrit Yovie mencontohkan, masyarakat desa berdomisili di dekat sungai atau danau yang tumbuh Enceng Gondok – dapat dibentuk karakter seninya dengan diajarkan mengolah tanaman liar tersebut menjadi kerajinan tas dan sejenisnya. “Secara pribadi saya juga siap membantu dan meluangkan waktu untuk melatih masyarakat – termasuk di sekitar Danau Toba dalam mengembangkan potensi sekaligus membangun kreatifitas seninya,” janji Yovie yang demi pengabdian ilmu sosial dan ilmu politik dimilikinya – kini mulai membagi jadwal kerjanya setiap Senin hingga Rabu untuk  menularkan ilmu  Wirausaha Kreatif pada masyarakat desa dan hari Kamis hingga Minggu untuk kegiatan profesional bermusik.

“Bahkan, kegiatan bermusik bisa sejalan dengan langkah pengembangan wirausaha kreatif desa tertinggal. Selepas konser musik di Manado baru-baru, sebelum pulang ke Jakartra saya menyempatkan diri mengunjungi beberapa desa pinggiran kota Tomohon untuk melakukan riset kecil-kecilan untuk mewujudkan banyak desa mandiri  bekerjasama kementrian PDT,” ungkapnya.

Menteri PDT, Marwan Jafar  memberi apresiasi atas niat serta kepedulian Yovie dan para pekerja seni  ikut membantu membedayakan potensi masyarakat perdesaan dengan cara membangun kreatifitas seni karenanya saya wajib memberi apresiasi kerjasama penuh silaturahmin ini. Biasanya pekerja seni punya ide kreatif dan segar yang tidak dipunya kalangan lain. Toh,  membangun perekonomian perdesaan untuk lebih maju dan sejahtera, harus dilakukan bersama-sama. Tidak berjalan sendiri-sendiri. Karena, masyarakat desa adalah juga masyarakat Indonesia yang menginginkan perbaikan hidup untuk menjadi mandiri dan berkreatifitas,” ujar Marwan yang lewat kementrian PDT dan Transmigrasi memiliki 9 Program Nawakerja diantaranya Gerakan Desa Mandiri di 3.500 desa pada 2015. * (naskah dan foto – ata)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *